GROBOGAN.NEWS Umum Pantura

Anak dengan Hirdosefalus Dapat Perhatian Khusus dari Bupati Wihaji.  

Bupati Batang Wihaji saat menjenguk anak dengan hidrosepalus di Dukuh Kacu, Desa Sariglagah, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Selasa (25/5) lalu. Ist
tengah 2 1
Bupati Batang Wihaji saat menjenguk anak dengan hidrosepalus di Dukuh Kacu, Desa Sariglagah, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Selasa (25/5) lalu. Ist

BATANG, GROBOGAN.NEWS-Berawal dari kegemarannya memelihara kucing, keluarga yang berdomisili di Dukuh Kacu, Desa Sariglagah, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang mengakibatkan infeksi parasit toxoplasma.

Hal ini dialami oleh anak pasangan suami istri yakni Muhammad (31) dan Lisiani (31) satu diantara tiga anaknya menderita sakit yang diakibatkan infeksi parasit kucing atau Hirdosefalus.

Bayi yang diberi nama  Zaka Ardiansyah diketahui sejak usia 8 bulan dalam kandungan sampai sekarang 11 bulan, sehingga persalinannya dipercepat dengan bedah sesar.

Tidak hanya itu, Zaka Ardiansyah harus menjalani dua kali operasi kepalanya dan mengharuskan dipasang selang agar mengeluarkan cairan untuk mengurangi pembesaran kepala.

Baca Juga :  Pelaksanaan PPDB Dilaksanakan dengan Pembatasan dan Penerapan Prokes secara Ketat

“Ketika di USG di usia 8 bulan dalam kandungan sudah diketahui terkena sakit Hirdosefalus, dokter pun menyarankan segera dilakukan persalinan dan dioperasi dipasang selang untuk mengurangi pembesaran cairan didalam kepalanya,” kata Lisiani saat ditemui di Dukuh Kacu, Desa Sariglagah, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Selasa (25/5) lalu.

Dijelaskannya, Operasi pertama bisa mengecil, tapi berjalannya waktu kepalanya masih tetap membesar, lalu dilakukan operasi lagi tapi hasilnya masih tetap sama.

“Setelah dua kali dioperasi oleh dokter bedah syaraf di rumah sakit Budi Rahayu Pekalongan, cairan di kepalanya belum juga mengecil, bahkan diameter lingkaran kepala sudah mencapai 15 centimter,” jelasnya.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19 Belum Usai, Pendaftar Jemaah Haji Asal Batang Alami Penurunan

Pengobatannya mengandalkan uang dari suami sebagai sopir ojek online merasa kesulitan keuangan, karena harus setiap seminggu sekali mengeluarkan uang Rp200.000,00 untuk kontrol anak ke rumah sakit.

Mendengar warganya yang mengalami sakit Hirdosefalus tersebut, Bupati Batang Wihaji didampingi kepala Dinas kesehatan Kabupaten Batang beserta rombongan berkunjung untuk menawarkan bantuan pada saat tilik warga hari ini.

“Kasus penderita Hirdosefalus di Batang cukup banyak yang disebabkan oleh toxoplasma. Maka saya minta perhatian ibu hamil untuk hati-hati dan lakukan pencegahan,” ungkap Wihaji.

Setelah dilakukan pencegahan, Lanjut dia, akan dilakukan tindakan yang tentunya akan dibantu oleh Pemkab Batang.

Baca Juga :  Program Pencanangan Kota Pendidikan Direalisasikan

“Kalau memang keluarga penderita tidak mampu pasti kita support untuk dibantu, kalau yang miskin kita bantu dengan BPJS kesehatan yang dibayar oleh Pemda,” tegasnya.

Ia pun meminta Dinas Kesehatan untuk intens melakukan sosialisasi pencegahan sebab-sebabnnya bayi dengan kondisi Hirdosefalus.

“Pencegahan kita sosialisasikan, karena rata-rata kasusnya terkena toxoplasma, Kalau gizi ibu hamil saya rasa sudah cukup baik, maka harus hati-hati karena itu generasi masa depan,” ujar dia.

Dalam kunjungan tilik warga tersebut, Bupati Batang Wihaji juga menyerahkan bantuan paket sembako dan uang operasional kontrol ke rumah sakit sebesar Rp3 juta.Frieda