GROBOGAN.NEWS Semarang

Mulai Dibuka, Kawasan Wisata Candi Borobudur Diserbu Wisatawan, Kedisiplinan Protokol Kesehatan Jadi Prioritas

Ilustrasi Kawasan Wisata Candi Borobudur. Ist

MAGELANG, GROBOGAN.NEWSHari pertama setelah ditutup selama libur lebaran, Candi Borobudur Kabupaten Magelang langsung diserbu wisatawan.

Ratusan wisatawan dari berbagai daerah sudah langsung berdatangan sejak pagi hingga sore hari.

Plt GM PT Taman Wisata Candi Borobudur, Jamaludin Mawardi mengatakan, hari pertama setelah candi peninggalan dinasti Syailendra ini ditutup 10 hari saat libur lebaran, ratusan wisatawan mulai berdatangan sejak pagi hari. Mereka banyak datang dari berbagai kota di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur maupun kota-kota lainnya di luar Jawa.

“Alhamdullilah sejak pagi hari, wisatawan sudah mulai berdatangan,” kata Jamal, Selasa (18/5).

Baca Juga :  Sah. Saham PSIS Semarang Sebesar 30 Persen Dimiliki Wahyu Agung Grup

Meski diserbu banyak wisatawan, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan super ketat seperti yang dianjurkan pemerintah. Protokol kesehatan yang dimaksud, setiap pengunjung yang masuk harus mematuhi aturan, seperti menggunakan masker, dicek suhu tubuh, cuci tangan menggunakan sabun, juga harus melalui disenfektan center.

Demikian untuk pembelian tiket, agar tidak terjadi kerumunan atau antre, wisatawan dianjurkan membayar digital atau cashless.

“Secara umum kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan sangat baik,” ujarnya.

Penerapan protokol kesehatan benar-benar diberlakukan secara ketat di kawasan destinasi wisata super prioritas ini, termasuk jumlah kunjungan yang hanya dibatasi 30 persen dari kapasitas. Untuk kondisi normal, kapasitas kunjungan bisa mencapai 10 ribu orang. Sehingga di musim pandemi ini hanya sekitar 3.000-3.500 wisatawan saja.

Baca Juga :  Temui Gubernur Ganjar, Dubes Austria Lakukan Pembahasan Khusus Sektor UMKM dan Sekolah Vokasi

Demikian jam operasional juga dibatasi, mulai buka pukul 7.30 hingga 15.00 WIB.

“Kita belajar dari daerah-daerah lain yang tidak patuh protokol kesehatan, sehingga terjadi kerumunan. Kita tidak ingin seperti itu dan jangan sampai Satgas penanganan Covid-19 menutup obyek wisata ini,” tegas Jamal.

Sekretaris PT Taman Wisata candi (TWC) Emilia Untari menambahkan, pembukaan kembali Taman Wisata Candi Borobudur, diawali dengan persiapan seperti pelayanan prima sesuai pedoman CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment). Petugas juga sudah divakinasi secara lengkap.

Baca Juga :  Sebanyak 86 Persen Sampel Covid-19 dari Wilayah Kudus Termasuk Virus Covid-19 Varian India

Penutupan selama 10 hari, menurut Emilia, memang menjadi beban bagi perusahaan. Namun sudah menjadi upaya bersama, untuk mengentaskan penularan Covid-19 di lingkungan masyarakat, sehingga penutupan selama 10 hari harus dipatuhi.

“Semoga ini berhasil dan perekonomian masyarakat dapat tumbuh kembali dan destinasi wisata dapat beroperasi secara normal serta ekosistem wisata bisa berjalan,” harap Emilia.F. Lusi