GROBOGAN.NEWS Solo

Keracunan Massal di Karanganyar, Aparat Kepolisian Masih Tunggu Hasil Sampel Oseng-Oseng Kacang Telur

Deretan mobil ambulans tengah mengevakuasi warga yang jadi korban keracunan takjil / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, GROBOGAN.NEWS-Polres Karanganyar masih belum mengetahui penyebab pasti kasus keracunan makanan takjil warga dua RT di Dusun Punyuk Ringin, Desa Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, Minggu (10/5/2021).

Sementara ini,  labortorium forensik (Labfor) fokus  pada nasi bungkus yang berisi lauk  oseng-oseng telur serta lauk lainnya seperti tempe bacem dalam paket bungkusan  tersebut.

Kapolres Karanganyar AKBP Muhammad Syafi tidak menyebut secara spesifik nasi bungkus yang tengah diuji labfor, namun informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM di TKP diketahui makanan utama pada insiden takjil beracun itu adalah nasi bungkus oseng-oseng telur.

“Ya intinya  Polres menunggu kepastian final analisis dari proses uji Labfor tersebut,” tandasnya, Senin (10/5/2021).

Baca Juga :  Belasan Makam di Plupuh Sragen Hanyut ke Sungai Tengkorak dan Tulang Belulang Bermunculan

Menurut Kapolres,  secara umum makanan takjil itu dikonsumsi oleh mayoritas jamaah, sehingga saat itu polisi sempat kesulitan akan mengambil sampel makanan yang akan diuji labfor.

Dijelaskan Kapolres fakta warga mulai merasa keracunan tidak sesaat melainkan masih melewati jeda waktu selang sehari kemudian. Diketahui takjil dibagikan dan dimakan pada Sabtu (08/5/2021) saat buka puasa.

Namun warga mulai merasakan efek keracunan makanan tajil pada Minggu (10/5/2021) siang berlanjut hingga sore dan kian parah pada Minggu malam.

“Lha durasi efek makanan itu pula yang sedang menjadi fokus uji labfor guna mencari apakah ada kandungan zat berbahaya atau tidak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kasus Baru Covid-19 di Sukoharjo Melonjak Lagi, Masyarakat Diminta Tak Bosan Terapkan Prokes

Sebagai informasi, warga dua RT02 dan RT 03  Dusun Ringin, Desa Gerdu, Kecamatlainnya seperti tempe dan telor bacem pada nasi bungkus an Karangpandan, Karanganyar, Jateng keracunan tajil makanan untuk buka puasa, Minggu (20/5/2021).

Dijelaskan Kapolres fakta warga mulai merasa keracunan tidak sesaat melainkan masih melewati jeda waktu selang sehari kemudian. Diketahui takjil dibagikan dan dimakan pada Sabtu (08/5/2021) saat buka puasa.

Namun warga mulai merasakan efek keracunan makanan tajil pada Minggu (10/5/2021) siang berlanjut hingga sore dan kian parah pada Minggu malam.

Baca Juga :  Perampok Bermodus  Ban Kempes Ini Akhirnya Berhasil Dibekuk Polisi

“Lha durasi efek makanan itu pula yang sedang menjadi fokus uji labfor guna mencari apakah ada kandungan zat berbahaya atau tidak,” ungkapnya.

Sebagai informasi, warga dua RT02 dan RT 03  Dusun Ringin, Desa Gerdu, Kecamatlainnya seperti tempe dan telor bacem pada nasi bungkus an Karangpandan, Karanganyar, Jateng keracunan tajil makanan untuk buka puasa, Minggu (20/5/2021).

Seluruh ambulans yang ada di wilayah Kabupaten Karanganyar pun dikerahkan untuk mengevakuasi korban guna mengevakuasi para korban ke Puskesmas Karangpandan dan Rumah Sakit terdekat. Beni Indra