GROBOGAN.NEWS Semarang

Produk UMKM Harus Jadi Primadona di Bulan Ramadan

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo. Ist

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Di tengah lesu ekonomi akibat pandemi Covid-19, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo, mengajak masyarakat untuk berbelanja produk UMKM pada bulan Ramadan ini.

Ajakan ini disampaikannya pada kegiatan Pengukuhan dan Rapat Koordinasi Serentak Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Tengah, Senin (12/04/2021).

“Teman-teman UKM kita pasti akan terangkat kalau nanti kita bisa ramai-ramai untuk belanja. Saya kira, bingkisan souvenir UKM tidak memalukan. Sudah saatnya kita bisa bangga dengan produk kita,” tuturnya.

Pj Sekda menyebutkan, banyak produk UMKM yang sudah lolos kurasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah. Seperti Jenang Mubarok Kudus, mi ongklok instan, coklat Silver King, bagelen dari bekatul (Lentul) dan minyak goreng Zico. Sehingga ia yakin, melalui proses kurasi, berbelanja produk UMKM Jateng tidak akan mengecewakan.

Baca Juga :  Mulai Dibuka, Kawasan Wisata Candi Borobudur Diserbu Wisatawan, Kedisiplinan Protokol Kesehatan Jadi Prioritas

Untuk lebih mendukung pelaku UMKM segera bangkit, Prasetyo berpesan kepada TPAKD di masing-masing daerah agar mendorong layanan kredit permodalan dengan suku bunga murah bagi UMKM. Ia yakin, dengan cara ini, upaya pemerintah untuk mendukung UMKM bisa akseleratif dan paralel.

Senada dengan Prasetyo, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jateng-DIY, Aman Santosa, menyampaikan perlunya dukungan bagi UMKM saat ini. Merujuk data laporan hasil survei dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, UKM mengalami penurunan penjualan hingga 95 persen dan mengurangi tenaga kerja hingga 77 persen.

Baca Juga :  Inilah Pesan Penting Panglima Santri Gayeng Nusantara di Hari Raya Idul Fitri 1442 H

Berangkat dari kondisi itu, maka program OJK Jawa Tengah tahun ini difokuskan pada upaya-upaya mendukung kebangkitan UMKM. Hal ini sangat penting, karena selama ini UMKM memberikan sumbangan bagi Produk Domestik Regional Brutto (PDRB) Jawa Tengah sekitar 50 persen.

“Masalah utama yang dihadapi UMKM ini adalah pemasaran (sebesar) 50 persen. Sedangkan yang menyangkut pembiayaan hanya (sebesar) 25 persen. Oleh karena itu kalau sekiranya seluruh anggota TPAKD sepakat, kita akan terus melakukan upaya-upaya membangkitkan ekonomi Jateng. Salah satunya melalui membangkitkan UMKM,” jelas Aman.

Aman berpendapat, untuk membantu mendongkrak penjualan UMKM, jajaran pemerintah perlu didorong berbelanja produk UMKM. Belanja produk dapat dilakukan secara langsung ke produsennya, melalui marketplace UMKM-MU yang merupakan binaan OJK, atau marketplace lain yang sudah lebih mapan.

Baca Juga :  Update Perahu Wisatawan Terbalik di WKO Kemusu Boyolali, Diduga Para Penumpang Tak Pakai Pelampung!

“Jadi prinsipnya di bulan Ramadan ini kita memulai gerakan belanja produk UMKM.  Jadi kita kurangi belanja di mall tapi ayo kita belanja di produk UMKM,” ajaknya.

Aman menegaskan, memberikan akses keuangan saja tidak cukup. Pasalnya, tanpa pemasaran, akses keuangan tidak bisa berjalan. Sebaliknya, apabila pemasaran berjalan baik, maka pelaku UMKM pasti akan berproduksi. Ketika berproduksi, maka mereka membutuhkan akses keuangan. Sehingga, kegiatan ekonomi akan bangkit kembali. RIS I Satria Utama