Larangan Mudik Tetap Jadi Pukulan Bagi Pelaku Usaha  Wisata, Kebijakan Membolehkan Wisata Lebaran Tak Banyak Berpengaruh

ilustrasi mudik lebaran / tempo.co
  • Bagikan

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS – Kebijakan pemerintah yang mengijinkan berwisata bagi masyarakat selama Lebaran, dianggap tak akan berpengaruh bagi perekonomian pada sektor wisata.

Pasalnya, bersamaan dengan itu, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan larangan mudik Lebaran.

Pandangan kritis itu disampaikan oleh
Sekretaris Jenderal Perhimbunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran.

Baca Juga :  Resmi Berlaku, Harga Tes PCR Rp 275.000 untuk Jawa-Bali, Luar Jawa-Bali Rp 300.000

Dia menyoroti kebijakan pemerintah yang melarang mudik Lebaran, namun mengizinkan masyarakat berwisata.

Pasalnya, menurut dia, kebijakan itu tidak akan banyak berdampak untuk mendongkrak perekonomian di daerah.

“Kebijakan berwisata boleh itu yang akan diuntungkan hanya destinasi yang dekat ibu kota negara. Selain itu tidak akan ada dampaknya, kecil sekali. Pasti susah di daerah. Harapan mereka itu kan dari mudik,” ujar Maulana kepada Tempo, Minggu (11/4/2021).

Baca Juga :  Koalisi Kebebasan Akademik Tolak UNJ Hadiahkan Gelar Doktor Honoris Causa untuk Ma’ruf Amin

Maulana mengatakan larangan mudik lebaran sudah pasti berdampak besar untuk para pelaku ekonomi di daerah, terutama di luar pulau Jawa.

  • Bagikan