GROBOGAN.NEWS Umum Nasional

Larangan Mudik Tetap Jadi Pukulan Bagi Pelaku Usaha  Wisata, Kebijakan Membolehkan Wisata Lebaran Tak Banyak Berpengaruh

ilustrasi mudik lebaran / tempo.co

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS – Kebijakan pemerintah yang mengijinkan berwisata bagi masyarakat selama Lebaran, dianggap tak akan berpengaruh bagi perekonomian pada sektor wisata.

Pasalnya, bersamaan dengan itu, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan larangan mudik Lebaran.

Pandangan kritis itu disampaikan oleh
Sekretaris Jenderal Perhimbunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran.

Dia menyoroti kebijakan pemerintah yang melarang mudik Lebaran, namun mengizinkan masyarakat berwisata.

Pasalnya, menurut dia, kebijakan itu tidak akan banyak berdampak untuk mendongkrak perekonomian di daerah.

Baca Juga :  Vaksin Sinovac Dinilai Mampu Antisipasi Risiko Kematian Akibat Covid-19 Hingga 98 Persen

“Kebijakan berwisata boleh itu yang akan diuntungkan hanya destinasi yang dekat ibu kota negara. Selain itu tidak akan ada dampaknya, kecil sekali. Pasti susah di daerah. Harapan mereka itu kan dari mudik,” ujar Maulana kepada Tempo, Minggu (11/4/2021).

Maulana mengatakan larangan mudik lebaran sudah pasti berdampak besar untuk para pelaku ekonomi di daerah, terutama di luar pulau Jawa.

Daerah yang mungkin masih bisa mendapat keuntungan dari kebijakan larangan mudik namun mengizinkan wisata, menurut dia, diperkirakan hanya destinasi di sekitar Jabodetabek.

Baca Juga :  Idul Fitri dan Kenaikan Isa Almasih Bersamaan, Menag Yaqut: Moment Tepat untuk Rajut Kebersamaaan

Pasalnya, masyarakat akan tertahan di Jakarta dan sekitarnya lantaran tidak bisa mudik.

“Di daerah lain akan besar dampaknya. Bukan hanya hotel. Mata rantainya panjang, bisa oleh-oleh, pasar, hingga makanan dan minuman itu akan kritis dan tidak mungkin diganti dengan apapun, dengan subsidi atau imbauan beli produk UMKM. Peredaran uamg tidak akan terjadi,” ujar Maulana.

Baca Juga :  Kasus Kerumunan, Rizieq Shihab Dituntut 2 Tahun, 5 Eks Petinggi FPI Dituntut 1 Tahun 6 Bulan

Pasalnya, Maulana mengatakan mudik adalah momen awal peredaran uang di daerah. Musababnya, oada hari kedua lebaran dan seterusnya, biasanya masyarakat akan berwisata ke daerah di sekitarnya. Saat itu lah yang ia klaim sebagai peredaran uang terbesar.

“Kalau bicara sebelum pandemi, wisatawan nusantara bergerak di Indonesia itu paling besar saat lebaran. Karena mereka ada tradisi mudik,” ujar Maulana. Daniel

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/04/pemerintah-larang-mudik-tapi-bolehkan-wisata-saat-lebaran-phri-bilang-itu-nggak-ngaruh-secara-ekonomi/