Bupati Sragen Tolak Wacana Pejabat Eselon II Didrop dari Pusat, Ini Alasannya!

Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
  • Bagikan

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Wacana penempatan pejabat tingkat pusat sebagai Pejabat eselon II atau setara kepala dinas di daerah, membuat Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati bereaksi.

Ia menyatakan menolak wacana penempatan pejabat pemerintah pusat di tingkat eselon II di daerah tersebut.

Pasalnya, penempatan pejabat pusat ke daerah karena alasan takut terkooptasi politik, dinilai sangat subyektif. Sebaliknya ia memandang profesionalitas saja tidak cukup untuk seorang pejabat di daerah tanpa memiliki rasa memiliki terhadap daerah tugasnya.

Baca Juga :  Sebanyak 45 Prajurit TNI AD Jalani Tes Urine Secara Acak untuk Ketahui Pakai Narkoba atau Tidak, Seperti ini Hasilnya

Wacana itu belakangan mengemuka di tataran pusat. Penempatan pejabat pusat di kursi eselon II dianggap bisa lebih profesional dan menekan celah politisasi birokrasi di daerah ketika ada momentum politik.

”Saya harus merespon dan responnya adalah menolak,” ujar Bupati Yuni kepada wartawan usai menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Sragen Jumat (9/4/2021).

Baca Juga :  Mendadak Warga Tanon Sragen yang Miliki Istri Cantik Mengaku Was-Was dan Resah. Apakah yang Terjadi?

Yuni mengungkapkan penolakan serupa diyakini akan muncul dari daerah lain Menurutnya hampir setiap kepala daerah bakal keberatan dengan wacana tersebut.

Karena kepala daerah tentu akan lebih memahami kondisi internal pemerintahannya. Sementara pejabat dari luar dianggap belum tentu memiliki rasa handarbeni (memiliki) seperti ketika dijabat oleh putra daerah.

Baca Juga :  Sering Selingkuh, Oknum Perangkat Desa Tanon Sragen Ini Didemo Warga

“Kepala daerah pasti keberatan. Gimana mau ngatur, lha yang ngerti internal kita kok. Dapat pejabat dari luar belum tentu dia mempunyai rasa handarbeni mbangun Sragen. Karena dia bukan putra daerah kan? Seperti itu profesional yang bagaimana?” tanyanya retoris.

  • Bagikan