Bupati Sragen Ancam Blokir Dana BKK, Jika Ada Desa Terbukti  Lakukan  Penyimpangan

Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
  • Bagikan

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Bantuan Keuangan Khusus (BKK) di Kabupaten Sragen harus benar-benar dicermati secara serius oleh masing-masing Kepala Desa (Kades).

Pasalnya, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati telah wanti-wanti, jika sampai ada yang terbukti melakukan penyimpangan, oeriode berikutnya dijamin tak bakal lagi desa tersebut mendapatkan jatah bantuan dana.

Karena itu, Bupati mengingatkan kepada semua Kades untuk lebih matang dalam melakukan perencanaan program dari bantuan keuangan khusus (BKK).

Baca Juga :  Rudy Tegaskan Polemik Banteng-Celeng Tidak Lagi Dibesar-besarkan. Akui Lebih Dekat dengan Ganjar

Pasalnya mulai sekarang, program BKK tidak bisa ditukar atau dialihkan dari titik pengajuan awal. Jika tidak bisa dilaksanakan, maka dana BKK akan langsung hangus dan takkan bisa dialihkan tahun depan.

Tidak hanya itu, Kades juga diminta tak main-main dalam menjalankan BKK di desanya. Sebab jika sampai ada penyimpangan BKK, maka bupati menegaskan tidak akan memberikan BKK lagi.

Baca Juga :  Mahasiswa UNS Wafat Usai Diklatsar UKM Menwa, Inilah Penjelasan dari Pihak Kampus

“Yang tahun 2020 dan 2021, BKK-nya ada penyimpangan dan catatan dari Inspektorat, saya pastikan 2022 tidak akan saya kasih dana,” papar Bupati di hadapan 196 Kades belum lama ini.

Penegasan itu disampaikan Bupati menyusul adanya temuan penyimpangan pelaksanaan BKK dan catatan di beberapa desa.

Baca Juga :  Covid-19 Makin Terkendali di Sragen. Ini Faktanya

Karenanya ia mengancam akan menghentikan bantuan BKK untuk desa yang terdapat catatan dan penyimpangan. Baik BKK dari dirinya selaku Bupati maupun BKK dari Wabup.

“Tidak akan saya kasih dana BKK dari bupati dan Pak Wabup. Ini tidak tertulis tapi akan saya lakukan,” tandas Bupati.

  • Bagikan