Isu Reshuffle Kabinet Bisa Ganggu Fokus Kerja Menteri, Presiden Jokowi Disarankan Angkat Suara

Presiden Joko Widodo mengumumkan menteri baru di Istana Negara, Selasa (22/12/2020). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
  • Bagikan

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS –  Sekjen Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, Dedy Mawardi menyarankan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk angkat bicara mengenai isu reshuffle kabinet.

Pasalnya, isu tersebut menggulir bak bola liar, sehingga memunculkan spekulasi-spekulasi mengenai menteri-menteri yang bakal kena geser atau calon menteri yang bakal naik tahta.

Isu tersebut, apabila berlangsung lebih lama lagi, akan menyebabkan suasana tidak kondusif dan mengganggu kinerja para menteri.

Baca Juga :  Ironis! 82 Persen Koruptor yang Ditangkap KPK Lulusan Perguruan Tinggi

Wacana reshuffe kabinet itu terjadi menyusul rencana penggabungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

“Sebaiknya ada penegasan tidak ada kocok ulang kabinet kecuali hanya mengisi kursi Menteri Investasi, sebagai nomenklatur baru dalam Kabinet Indonesia Maju,” ujar Dedy kepada wartawan, Kamis (22/4/2021).

Baca Juga :  Satu dari 7 Saksi Kasus Korupsi Perum Perindo Tewas di Ruang Sidang Kejagung

Untuk itu, Dedy menyarankan agar Presiden Jokowi sebaiknya  menyampaikan langsung ke masyarakat bahwa tidak ada menteri yang di reshuffle.

“Yang ada adalah penambahan menteri baru untuk kementerian investasi,” katanya.

 

Seknas Jokowi mencermati, ada sedikit kegaduhan sejak disahkannya pembentukan Kementerian Investasi dan peleburan Kementerian Ristek ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca Juga :  Resmi Berlaku, Harga Tes PCR Rp 275.000 untuk Jawa-Bali, Luar Jawa-Bali Rp 300.000

Pasalnya, reshuffle kabinet tiba-tiba mencuat kepermukaan padahal wacana tersebut belum jelas kebenarannya.

Beberapa pihak menyebut beberapa nama untuk mengisi kursi Menteri Investasi dan Mendikbud/Ristek.

Selain itu juga ikut menyasar beberapa menteri yang dianggap layak untuk di reshuffle.

  • Bagikan