GROBOGAN.NEWS Solo

Hujan Bikin Cabai Milik Petani Sukoharjo Rontok dan Membusuk

Lahan tanaman cabai di Madyorejo Jetis Sukoharjo / istimewa
IMG 20210310 WA0062
Lahan tanaman cabai di Madyorejo Jetis Sukoharjo / istimewa

SUKOHARJO,  GROBOGAN.NEWS — Petani cabai tengah menghadapi cobaan di musim penghujan ini. Padalnya, guyuran hujan tanpa henti berdampak buruk terhadap tanaman cabai.

Daun tanaman yang memasuki masa pertumbuhan rontok. Muaranya tanaman bisa membusuk.

Untuk diketahui, warga Madyorejo RT 1 RW 7 Kelurahan Jetis, Sukoharjo yang menanam buah buahan dan sayur sayuran di lahan kosong mulai dirasakan hasilnya.

Baca Juga :  Jatah Pupuk ZA dan TSP Tahun 2021 di Sragen Dihapuskan, Ini Jatah Pupuk Yang Tersisa

Namun lain dengan tanaman cabai milik Apri dan Begug. Meskipun lahannya tidak luas, hanya sistem tumpangsari, namun hasilnya sebetulnya lumayan.

Hampir dalam satu minggu bisa dua kali panen. Lahan tidak semua ditanami cabai, lantaran dibagi dengan heberapa tanaman lain.

Baca Juga :  Kasus Penyimpangan PTSL dan Tanah OO di  Mondokan Naik Sragen, Polisi Periksa Saksi-saksi

Hanya saja tanaman cabai tersebut mengalami kerontokan dan membusuk sebelum cabai tua atau berwarna kuning atau sampai merah. Sehingga hasilnya tidak maksimal.

”Ya, namanya kondisi alam siapa yang bisa melawan. Petani bangkrut sudah menjadi resiko,” jelas dia.

Baca Juga :  Hanya Dalam Sebulan, 5 Kasus Narkoba Terungkap di Sragen, 8 Tersangka Ditangkap

Tanaman cabai jika dilihat tampak rimbun, sehat dan menghijau daunnya. Namun, bila didekati dan diperhatikan secara seksama, tanaman cabai dengan ini banyak yang membusuk,” beber Apri. Aria

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/03/curah-hujan-tinggi-sebabkan-tanaman-cabai-di-madyorejo-jetis-sukoharjo-rontok-dan-membusuk-petani-anggap-sudah-menjadi-resiko/