GROBOGAN.NEWS Umum Netizen

Satu Keluarga Terjebak di Lantai Dua Rumah yang Kebanjiran di Pamanukan, Berhasil Diselamatkan setelah Siaran Langsung di Facebook

Tangkapan layar video siaran langsung warga Pamanukan, Subang, Jawa Barat, yang terjebak banjir di dalam rumah. Foto: YouTube

SUBANG, GROBOGAN.NEWS Curah hujan yang tinggi di sejumlah wilayah di Indonesia telah mulai menyebabkan banjir dan genangan air di berbagai daerah, salah satunya di Pamanukan, Subang, Jawa Barat.

Hujan yang turun dalam waktu lama membuat kawasan Pamanukan mulai tergenang banjir pada Senin (8/2/2021) dini hari.

Sebagian warga telah dievakuasi dan kini berada di tempat yang aman. Namun sebagian lainnya masih terjebak genangan air.

Di antaranya yang sempat terjebak banjir tersebut adalah satu keluarga yang berada di Kampung Baru Desa Mulyasari, Pamanukan, Subang.

Bahkan, bantuan tak kunjung datang, sementara genangan air mulai naik hingga ke lantai dua tempat keluarga itu mengungsi. Alhasil, salah seorang anggota keluarga tersebut berinisiatif meminta bantuan dengan melakukan live atau siaran langsung melalui media sosial Facebook.

Baca Juga :  Viral Video Penampakan Sosok Mirip Pocong Dikejar Anjing di Sulawesi Selatan, Pakar Telematika Roy Suryo Sebut Bohongan

Adalah Yulianti Safitri, warga Kampung Baru Desa Mulyasari, Pamanukan, Subang, yang mulai melakukan live di Facebook pada Senin (8/2/2021) siang. Tayangannya pun langsung viral.

Dalam siaran tersebut, Yulianti mengaku telah berusaha berulang kali meminta pertolongan kepada Tim Pencari dan Penyelamat (SAR) namun belum mendapat tanggapan.

Alhasil, melalui siaran langsung di Facebook, Yulianti mengabarkan kondisi terkininya yang masih terjebak banjir. Ia pun menyebutkan dengan lengkap lokasinya dan keluarga berada.

Baca Juga :  Viral Video Penampakan Sosok Mirip Pocong Dikejar Anjing di Sulawesi Selatan, Pakar Telematika Roy Suryo Sebut Bohongan

“Tolong kepada Tim SAR yang ada di Pamanukan, khususnya di Kampung Baru Desa Mulyasari, dekat Masjid Miftahul Huda. Tolong, kami terjebak.”

“Lihat airnya, kepala orang dewasa sudah tenggelam. Tolong, belum ada bantuan. Kami ada lima orang. Dua orangtua, adik, saya, dan kakak saya perempuan dan laki-laki,” ujarnya dalam siaran langsung video dengan suara terbata-bata seperti akan menangis.

Yulianti semakin panik karena ketinggian air semakin bertambah dan sudah mencapai lantai dua rumah yang mereka tempati.

Dalam video siaran langsung tersebut juga dapat terlihat kondisi di dalam rumah yang berantakan. Ruangan kecil tempat mereka berlindung sudah mulai dikepung air dan barang-barang sudah berserakan.

Yulianti pun meminta bantuan kepada netizen yang menonton siaran langsungnya untuk membantu menyebarkan videonya dan menjelaskan kondisinya saat ini.

“Tolong sebarkan ini. Saya sudah tidak tahu kami harus bagaimana. Kamu sudah sampai atas, minta bantuan sana-sini tapi belum ada,” ujarnya.

Berkat siaran langsung tersebut, Yulianti dan keluarganya akhirnya berhasil diselamatkan oleh Tim SAR dan dievakuasi ke tempat yang aman.