GROBOGAN.NEWS Grobogan

Rumah Limasan Milik Warga Geyer Hangus Terbakar, Diduga Kuat Penyebab Akibat Korsleting Listrik

Petugas gabungan dari Damkar, Jajaran Polsek Geyer dan Inafis Polres Grobogan melaksanakan olah TKP di lokasi kejadian kebakaran yang menimpa Sunarti warga Desa Geyer, Selasa (16/2) kemarin. Ist

GEYER, GROBOGAN.NEWS-Musibah kebakaran yang menghanguskan rumah milik Sunarti warga  di Desa Geyer menimbulkan keprihatinan, Selasa (16/2) sore.

Diduga kuat penyebab kebakaran akibat korsletring listrik. Pasalnya, rumah yang ludes terbakar tersebut merupakan peninggalan almarhum Mitro Sarjo, orang tua Sunarti.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini. Hanya saja kerugian material yang harus ditanggung korban mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolsek Geyer, AKP Danang Essanto, saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya peristiwa kebakaran ini. Ia menjelaskan, berdasarkan hasil olah TKP di lokasi kejadian bersama tim Inafis Polres Grobogan, diduga kuat penyebab kebakaran akibat korsleting listrik.

“Kami masih melakukan pemeriksaan lebih mendalam. Berdasarkan hasil olah TKP di lokasi kejadian, diduga kuat penyebab kebakaran akibat korsleting listrik,” terang dia.

Baca Juga :  Pemkab Grobogan Tegas Membantah Jadi Daerah dengan Jumlah Kenaikan Covid-19 Tertinggi di Indonesia, Sekda Grobogan : Itu Pasti Terjadi Kesalahan Penulisan Data

Kapolsek melanjutkan, kejadian kebakaran ini pertama kali diketahui oleh tetangga korban bernama Supatmi (67). Saat itu    pada Selasa (16/2/2021), sekitar pukul 15.15 WIB, Supatmi keluar untuk mencari tahu keberadaan suaminya.

“Saksi melihat ada kobaran api dari atap rumah milik Sunarti. Saksi pun langsung berteriak meminta tolong,” sambung Kapolsek.

Teriakan Ibu Supatmi, lanjut Kapolsek, memantik perhatian warga lain.

Sejumlah warga melakukan upaya pemadaman dengan alat seadanya. Sebagian warga melaporkan kejadian ke perangkat desa dan Mapolsek Geyer.

Rumah yang terbakar terbuat dari material kayu yang mudah terbakar hingga api mudah merambat ke seluruh bagian rumah korban.

Baca Juga :  Kekhawatiran Grobogan Jadi Zona Merah Covid-19 Terbukti, Pasien Covid-19 di Grobogan Tembus 4.000 Kasus

“Setelah mendapatkan laporan, tidak lama mobil pemadam kebakaran langsung tiba di lokasi kejadian. Begitupula jajaran Mapolsek Geyer. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas kami langsung melakukan olah TKP di lokasi kejadian,” terang dia.

“Api berhasil dipadamkan selang satu jam kemudian, oleh petugas Damkar Kabupaten Grobogan,” sambung Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini. Hanya saja, rumah kayu berbentuk limasan dengan ukuran 12 x 12 meter, tiang ukuran 16 cm persegi dan tinggi 3,5 meter.

”Di dalam rumah terdapat enam unit lemari berbahan kayu jati, tiga buah ranjang ukuran 160 x 200 cm yang juga terbuat dari kayu jati berikut kasurnya, serta satu unit TV tabung 14 inch. Semua barang ikut ludes terbakar,” ujar AKP Danang.

Baca Juga :  Hari ini Gerakan Grobogan Satu Hari di Rumah Saja Diberlakukan, Inilah Ketentuannya

. Kapolsek menjelaskan, dari keterangan korban, rumah itu adalah peninggalan orang tuanya, yaitu almarhum Mitro Sarjo, yang sudah tiga tahun dalam keadaan kosong.

“Dari hasil pemeriksaan, penyebab kebakaran adalah konsleting listrik. Ini terlihat dari barang bukti yang ditemukan, yaitu satu buah kabel stop kontak panjang dua meter yang sudah terbakar,” tambah AKP Danang.

Adanya insiden kebakaran ini, AKP Danang mengimbau kepada masyarakat, agar waspada terhadap bahaya kebakaran.

Pihaknya meminta, agar warga mengecek secara berkala peralatan listrik maupun alat-alat yang mudah terbakar. Arya