GROBOGAN.NEWS Solo

Kebijakan ‘Jateng di Rumah Saja’, Pasar Tradisional dan PKL di Boyolali Diizinkan Buka

Ilustrasi

BOYOLALI, GROBOGAN.NEWS-Untuk mendukung kegiatan program Gerakan Jateng di Rumah Saja, Bupati Boyolali menerbitkan Surat Edaran Nomor 300/1252/5.5/2021.

Surat Edaran tentang Peningkatan Kedisiplinan dan Pengetatan Protokol Kesehatan Pada Perpanjangan PPKM ini bertujuan untuk mencegah timbulnya penularan Covid-19 di wilayah tersebut. Kebijakan ini akan berlaku selama dua hari yakni 6-7 Februari 2021.

Berdasarkan Surat Edaran tersebut maka sejumlah kebijakan telah diinstruksikan kepada seluruh elemen masyarakat. Salah satunya penutupan sektor pariwisata dan hiburan.

Baca Juga :  Masih Ada 355 Kasus Positif Covid-19 di Sukoharjo, Warga Diminta Tetap Waspada

Ditemui dikantornya pada Kamis (4/2/2021) pagi, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Boyolali, Susilo Hartono menjelaskan, pihaknya telah membuat surat bagi para pemilik tempat pariwisata, tempat hiburan, dan tempat olah raga.

“Pada tanggal 6 dan 7 (Februari) tersebut kami akan menerjunkan tim untuk melaksanakan pemantauan untuk memastikan apakah sudah dilaksanakan penutupan atau belum. Kecuali untuk rumah makan tetap diperbolehkan buka dengan syarat hanya 25 persen saja kapasitasnya, dan dibatasi pemesanan sampai jam tujuh malam (pukul 19.00 WIB), makanan harus dibawa pulang,” terangnya.

Baca Juga :  Warga Gotong Royong Bantu Warga Tangkil Usai Tanah Longsor, DPC PDIP Sragen Bantu Dana

Terpisah Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Boyolali, Karsino, menjelaskan, pasar rakyat atau pasar tradisional diperbolehkan tetap buka dengan lebih meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan. Penutupan hanya diberlakukan untuk toko modern, minimarket/ supermarket saja.

Baca Juga :  Jika Pemberangkatan Jemaah Haji Asal Sragen Dibuka Kembali, Calhaj Angkatan 2020 Bakal Diprioritaskan

“Secara logika, toko modern tidak menyediakan bahan pokok, dan konsumennya masyarakat menengah ke atas, sehingga kalau pun ditutup tidak berpengaruh pada kebutuhan publik. Tetapi kalau pasar rakyat menyediakan kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Sedangkan Pedagang kali lima (PKL) diperbolehkan berjualan tetapi masih dengan pemberlakuan PPKM, yaitu dengan batas waktu pukul 20.00 WIB. P. Wawan