GROBOGAN.NEWS Solo

Dalam 20 Hari Polres Sragen Kehilangan 4 Personelnya Lantaran Covid-19

Ilustrasi Covid-19

SRAGEN,  GROBOGAN.NEWS –  Hanya dalam rentang waktu 20 hari, Polres Sragen kehilangan empat orang personelnya lantatan terpapar Covid-19.

Terakhir adalah kepergian  Bripka Nur Rodhi (42), personel Polsek Ngrampal yang meninggal dunia akibat terpapar virus mematikan tersebut pada Sabtu (6/2/2021).

Bripka Nur sejauh ini menjadi personel keempat yang gugur akibat terpapar Covid-19. Ironisnya keempat personel itu meninggal hanya dalam kurun 20 hari terakhir.

Berdasarkan catatan JOGLOSEMARNEWS.COM , sebelumnya, istri Kapolsek Mondokan Iptu Sigit Sudarsono, Ny PA juga meninggal dunia akibat terpapar Covid-19, Selasa (2/2/2021) lalu.

Sebelumnya, Aiptu Joko Sunarno, anggota Polsek Karangmalang terlebih dahulu meninggal dunia pada Selasa, tanggal 19 Januari 2021 di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo.

Hasil swab personel asal Kedawung, Sragen itu dinyatakan positif terpapar covid-19. Tragisnya, saat kondisi kesehatannya kian memburuk, Aiptu Joko sempat ditolak di beberapa rumah sakit di Sragen karena kehabisan kamar penanganan pasien covid-19.

Sebelum kemudian dirujuk ke salah satu rumah sakit swasta di Solo. Almarhum disebut memiliki riwayat penyakit penyerta diabetes melitus atau gula. Sebelumnya, almarhum juga sempat dilaporkan beberapa kali menjalani perawatan akibat sakit yang menderanya.

Menyusul Aiptu Joko, Kapolsek Plupuh, Kompol Marsidi, juga meninggal dunia tiga hari kemudian, Jumat (22/1/2021) lalu.

Perwira itu ternyata meninggal akibat terpapar Corona virus atau Covid-19. Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , Kompol Marsidi meninggal dengan hasil swab menunjukkan tanda positif terkonfirmasi Covid-19.

“Benar. Almarhum Pak Kapolsek Kompol Marsidi positif covid-19,” papar Camat Plupuh, Sumarno, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (22/1/2021).

Sementara, yang terbaru adalah almarhum Bripka Nur yang meninggal sekitar pukul 07.00 WIB di RSI Amal Sehat Sragen. Personel asal Dukuh Sukorejo, Banyubiru, Widodaren, Ngawi, Jatim itu mengembuskan nafas terakhirnya hanya tiga jam usai dirawat di RSI Amal Sehat.

Berdasarkan kronologisnya, almarhum Bripka Nur sempat dirawat di RS Ngawi pada Sabtu (6/2/2021) dengan diagnosa awal tifus. Setelah dicek, hasil pemeriksaan awal menunjukkan tanda reaktif Covid-19.

Almarhum kemudian dirujuk di RSI Amal Sehat Sragen sekitar pukul 04.00 WIB pada hari Sabtu (6/2/2021). Namun baru tiga jam mendapat penanganan, almarhum sudah tidak tertolong dan mengembuskan nafas terakhirnya pukul 07.00 WIB.

Pemakaman dilaksanakan Minggu (7/2/2021) di Pemakaman Desa Widodaren, Ngawi, Jawa Timur dengan menerapkan protokol kesehatan oleh petugas satgas Covid-19.

Kabar meninggalnya Bripka Nur itu dibenarkan Camat Ngrampal, Joko Hendang Murdono. Saat dikonfirmasi JOGLOSEMARNEWS.COM Rabu (10/2/2021), ia membenarkan jika Bripka Nur meninggal dunia.

Menurutnya, almarhum memang dimakamkan secara protokol kesehatan. Dirinya juga menyempatkan bertakziah di rumah duka di Widodaren Ngawi.

“Iya benar. Pemakamannya secara protokol kesehatan. Kebetulan saya juga takziah ke sana. Dimakamkan hari Minggu. Beliau sebelumnya memang ada riwayat penyakit penyerta paru-paru,” terangnya.

Sementara, saat apel launching program layanan WA Center dua hari lalu di Mapolres, Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi sempat berpesan kepada semua jajaran menghadapi pembatasan PPKM Mikro, dari tingkat desa untuk melaksanakan kegiatan preemtif dan mitigasi permasalahan terkait Covid-19.

“Rekan rekan sebagai penggerak dalam pendisiplinan protokol kesehatan, saya harap tetap menjaga protokol kesehatan dan bila badan tidak enak badan segera untuk pengobatan atau ke Urkes Polres Sragen,” paparnya. Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/02/4-personel-polres-sragen-meninggal-dunia-jadi-korban-keganasan-covid-19-satu-berpangkat-kompol-kapolres-pesan-bila-tidak-enak-badan-segera-periksa/