GROBOGAN.NEWS Pati

Car Free Day di Pati Sementara Ditiadakan

PATI, GROBOGAN.NEWS-Pemerintah Kabupaten Pati mendukung penuh gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’, namun tentunya disesuaikan dengan kondisi dan kearifan lokal wilayah Kabupaten Pati.

Hal itu disampaikan Bupati Pati Haryanto pada rapat koordinasi Gerakan Jateng di Rumah Saja di Pendapa Kabupaten Pati, Kamis (4/2).

Menurutnya, gerakan tersebut sangat dilematis. Di satu sisi diharapkan dapat menekan angka penyebaran Covid-19, namun di sisi lain akan berbenturan dengan masyarakat, utamanya pedagang dan pelaku usaha.

Baca Juga :  Sebanyak 652 Karyawan PT Dua Kelinci Kena Virus Corona, Diduga Tertular dari Karyawan dari Kudus, Inilah Langkah yang Dilakukan Bupati Haryanto

“Untuk itu, kita ambil jalan tengah. Supaya dapat menekan angka penyebaran Covid-19 dan di saat yang sama tidak menyalahi aturan birokrasi,” jelas bupati.

Disampaikan, inti dari gerakan Jateng di Rumah Saja untuk menekan mobilitas dan aktivitas masyarakat.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Pati “Mbledos”, 11 Kecamatan Zona Merah, 151 RT Dilockdown

Untuk itu, dikeluarkanlah Surat Edaran Bupati Pati terkait gerakan tersebut, antara lain masih memperbolehkan acara pernikahan, namun hanya dengan akad nikah dan tidak diperbolehkan menggelar resepsi, ibadah wajib, dan takziah kematian bukan Covid-19.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Pati “Mbledos”, 11 Kecamatan Zona Merah, 151 RT Dilockdown

Untuk kegiatan car free day, lanjutnya, ditiadakan. Dan untuk usaha karaoke, cafe, objek wisata dan kolam renang, swalayan, toko modern, dan toko diimbau untuk ditutup.

“Untuk pasar dan PKL, pada 6 Februari 2021 mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan 7 Februari 2021, ditutup untuk dilaksanakan penyemprotan disinfektan,” pungkasnya. Edy