GROBOGAN.NEWS Pati

Car Free Day di Pati Sementara Ditiadakan

PATI, GROBOGAN.NEWS-Pemerintah Kabupaten Pati mendukung penuh gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’, namun tentunya disesuaikan dengan kondisi dan kearifan lokal wilayah Kabupaten Pati.

Hal itu disampaikan Bupati Pati Haryanto pada rapat koordinasi Gerakan Jateng di Rumah Saja di Pendapa Kabupaten Pati, Kamis (4/2).

Menurutnya, gerakan tersebut sangat dilematis. Di satu sisi diharapkan dapat menekan angka penyebaran Covid-19, namun di sisi lain akan berbenturan dengan masyarakat, utamanya pedagang dan pelaku usaha.

Baca Juga :  Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Rembang Hanya Dihadiri 25 Tamu Undangan

“Untuk itu, kita ambil jalan tengah. Supaya dapat menekan angka penyebaran Covid-19 dan di saat yang sama tidak menyalahi aturan birokrasi,” jelas bupati.

Disampaikan, inti dari gerakan Jateng di Rumah Saja untuk menekan mobilitas dan aktivitas masyarakat.

Baca Juga :  Disapa Gubernur saat Divaksin, Para Pedagang Pasar di Pati Semringah dan Mengajak Selfie

Untuk itu, dikeluarkanlah Surat Edaran Bupati Pati terkait gerakan tersebut, antara lain masih memperbolehkan acara pernikahan, namun hanya dengan akad nikah dan tidak diperbolehkan menggelar resepsi, ibadah wajib, dan takziah kematian bukan Covid-19.

Baca Juga :  Pembangunan Gedung Serbaguna untuk Pemersatu Umat dan Pertukaran Seni Budaya

Untuk kegiatan car free day, lanjutnya, ditiadakan. Dan untuk usaha karaoke, cafe, objek wisata dan kolam renang, swalayan, toko modern, dan toko diimbau untuk ditutup.

“Untuk pasar dan PKL, pada 6 Februari 2021 mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan 7 Februari 2021, ditutup untuk dilaksanakan penyemprotan disinfektan,” pungkasnya. Edy