GROBOGAN.NEWS Solo

Bupati Sragen Isyaratkan Gelar Lelang Jabatan Eselon II, Disnakkan Paling Mendesak Karena Selalu Jadi Sorotan Dewan

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat membagikan masker dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia Rabu (16/12/2020). Foto: Wardoyo

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Sejauh ini, lebih dari 10 jabatan di Kabupaten Sragen kosong karena pejabatnya pensiun maupun meninggal dunia.

Terkait dengan hal itu, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengisyaratkan akan melakukan lelang jabatan eselon II secara open bidding selepas dilantik menjadi Bupati.

Ia mengatakan, Dinas Peternakan menjadi salah satu yang mendesak segera diisi karena selalu jadi trending topik dan pembicaraan.

Yuni mengatakan Disnakkan memang agak berat, karena tahun ini akan memperoleh kucuran dana dari DPRD sebesar Rp 26 miliar.

Sejak dirinya menjabat sebagai bupati, Disnakkan memang sering dibicarakan oleh teman-teman DPRD. Oleh karena itu pemimpinnya nanti harus bekerja sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku.

Baca Juga :  Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan SMAN Tawangmangu, Gubernur Ganjar Semringah

“Dari tahun ke tahun sejak awal menjabat di DPRD yang trending ialah Disnakkan, periode kedua juga sama aja. Rp 26 miliar harus dikelola oleh Disnakkan, kerja sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku,” paparnya kepada wartawan.

Ia menyampaikan, seebenarnya jabatan kepala dinas kosong di Sragen saat ini memang banyak yang kosong.

Namun ia mengaku belum bisa melakukan pergeseran pejabat sebelum dirinya dilantik pada periode keduanya.

Hal itu karena sesuai aturan, dirinya tidak bisa memutasi pejabat selama enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon dalam pemilihan kepala daerah sampai dengan akhir masa jabatannya.

Baca Juga :  Sejumlah Warga di 2 Kecamatan di Sukoharjo Terpapar Covid-19. Diduga Sebelumnya Ada Kontak dengan Warga Kudus

“Setelah nanti dilantik saya akan segera lakukan open bidding. Saya akan mengisi dinas peternakan terlebih dahulu sebagai OPD sangat vital,” jelasnya.

Bupati menekankan akan memilih berdasarkan kualifikasi assesment yang ada. Sehingga pemimpin di masing-masing dinas diharapkan benar-benar mumpuni.

Menurutnya, kompetensi yang positif dapat menata Sumber Daya Manusia (SDM). Yuni mengatakan open bidding nanti akan terbuka oleh siapa saja.

“Jangan berfikir tidak bisa. Cobalah dahulu agar bisa mengetahui jenjang karir di Kabupaten Sragen bagaimana. Semua harus tahu, menata SDM harus secara profesional,” terangnya.

Baca Juga :  Klaster Kudus di Miri Sragen Berlanjut. Muncul 14 Kasus Baru Positif Covid-19 di Beberapa Desa

Ditambahkan, selain kemampuan kompetensi, pemimpin dinas harus bisa berargumentasi sesuai data dan argumentasi disampaikan bisa diterima dalam diskusi.

Sementara itu, Sekda Sragen Tatag Prabawanto menambahkan PNS merupakan abdi negara yang harus melayani masyarakat.

Ia pun meminta agar kekompakan selalu dijaga dengan baik. Tatag menekankan agar tidak ada ego sektoral dinas, melainkan bekerja untuk Kabupaten Sragen.

“Tugas tambahan kita dalam waktu dua bulan ialah Musrenbang. RPJMD tolong di linierkan dengan visi misi bupati terpilih hingga 2026.Semua akan terkontrol dengan adanya SIPD, target masing-masing dinas akan terlihat,” tandasnya. Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/02/bupati-sragen-ungkap-ada-satu-dinas-yang-selalu-jadi-trending-topic-dan-pembicaraan-dewan-tahun-ini-bakal-dapat-anggaran-rp-26-miliar-sayangnya/