GROBOGAN.NEWS Kudus

Tinjau Bendungan Wilalung, Inilah Yang Dilakukan HM. Hartopo

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kudus, Hartopo, didampingi Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Arief Budi Siswanto, meninjau kondisi lapangan pada Sabtu (30/1) kemarin. Ist

KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Debit air di Bendungan Wilalung, Undaan, Kudus telah mengalami kenaikan.

Hal itu akibat tingginya curah hujan beberapa hari terakhir mengguyur sebagian wilayah di Kabupaten Kudus.

Sebagai langkah antisipasi bencana, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kudus, Hartopo, didampingi Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Arief Budi Siswanto, meninjau kondisi lapangan pada Sabtu (30/1) kemarin.

Dalam kesempatan ini, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan TNI Polri, Dinas PUPR, BBWS dan BPBD yang telah berada di lokasi.

Hartopo menjelaskan bahwa kondisi curah hujan tinggi telah berdampak terhadap kenaikan debit air di Bendungan Wilalung.

Baca Juga :  154 Anak-anak dan 359 Warga Kudus Terdampak Banjir Masih Bertahan di Area Pengungsian

Oleh karena itu, sebagai pengendalian, beberapa pintu air dibuka pada hari sebelumnya. Pihaknya akan terus memantau kondisi debit air mengingat intensitas hujan yang belum turun.

“Kenaikan debit sangat tinggi, makanya kemarin dibuka beberapa pintu air. BBWS punya peran aktif karena bisa mengatur semua aliran-aliran air ini. Tadi malam saya monitor dan juga meninjau di sungai wulan ternyata debitnya juga naik,” ujarnya.

Selain itu, Hartopo juga menginstruksikan pembersihan sampah di sekitar pintu air, apabila kondisi debit air telah turun. Terkait sampah dari hulu, Hartopo meminta BBWS agar berkoordinasi dengan wilayah Grobogan untuk mencegah pembuangan sampah di sungai.

Baca Juga :  Pelaksanaan Vaksinasi di Klinik Pratama Kudus Dipantau Langsung Gubernur  

“Kalau debit sudah turun, segera dikoordinasikan untuk bergotong royong dalam pembuangan sampah. Agar dari hulu tidak membuang sampah sembarangan, BBWS bisa berkoordinasi dengan pihak wilayah di Purwodadi,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Hartopo mengimbau seluruh pihak untuk berpartisipasi dalam merawat tanggul-tanggul sungai. Pasalnya, tanggul-tanggul yang rusak rawan jebol saat tidak mampu menahan kenaikan debit air. Menurutnya, perawatan tanggul sangat efektif jika dilakukan ketika musim kemarau.

Baca Juga :  Keharmonisan Antar Umat Beragama Harus Terus Dirawat

“Marilah kita bergotong royong dengan swadaya bersama TNI Polri dan pemerintah daerah, ketika kemarau untuk bersama-sama memelihara tanggul-tanggul sebagai bentuk antisipasi,” pungkasnya.

Tinjauan juga dilakukan pada Sungai Wulan di sekitar Jembatan Tanggulangin untuk mengecek debit air dan kondisi tanggul.

Selanjutnya, Hartopo meninjau perbaikan pada Tanggul Sungai Gelis, Dukuh Goleng untuk menutup kebocoran yang terjadi. Dirinya meminta partisipasi dari warga sekitar untuk ikut bergotong royong supaya proses perbaikan segera selesai. Nor Ahmad