GROBOGAN.NEWS Grobogan

Terjaring Razia Balapan Liar, 30 Remaja Di Grobogan Jalani Pembinaan Rohani Dan Ikuti Doa Bersama Di Mapolres Grobogan

Kasatlantas Polres Grobogan AKP Sri Martini saat memberikan pembinaan para remaja yang terjaring razia balapan liar di Masjid Komplek Mapolres Grobogan. Dalam pelaksanaan pembinaan rohani tersebut menerapkan disiplin protokol kesehatan secara ketat. Istimewa  

PURWODADI, GROBOGAN.NEWS-Aparat Satlantas Polres Grobogan mengamankan 30 remaja yang terlibat aksi balapan liar pada massa Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) di Kabupaten Grobogan.

Para remaja tersebut diamankan polisi saat sedang melakukan trek-trekan (balapan liar) di Jalan Raya R. Soeprapto Kota Purwodadi, pada Minggu (17/1/2021) dini hari lalu.

Kepala Satlantas Polres Grobogan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sri Martini dalam giat penertiban aksi balapan liar ini telah mengamankan sebanyak 30 remaja.  Sebanyak 26 unit sepeda motor di areal balapan liar tersebut diamankan petugas.

Mereka terjaring petugas gabungan yang tengah melakukan patroli rutin di wilayah Kota Purwodadi.

Dalam program pembinaan, AKP Sri Martini mengungkapkan, seluruh remaja yang terjaring razia diajak doa bersama bersama sejumlah personel dari Sat Binmas dan Satlantas Polres Grobogan.

“Kami memberikan pembinaan rohani kepada para remaja yang terjaring razia penindakan adanya aksi balapan liar di Jalan R. Soeprapto kemarin,” terang Sri Martini pada Senin (18/1/2021) kemarin.

Menurut Kasatlantas, suasana khusyuk meliputi Masjid Baiturrahman yang berada di komplek Mapolres Grobogan.

“Untuk memberikan efek jera, para remaja ini diminta membawa sepeda motornya dengan cara didorong menuju ke Mapolres Grobogan. Keesokan harinya, mereka diminta datang ke Polres Grobogan bersama orang tua serta kepala desa dari masing-masing remaja tersebut,” terang dia,

Di Mapolres Grobogan, lanjut Kasatlantas, pembinaan kepada para remaja ini. Mereka diminta merenungkan apa yang mereka lakukan pada Minggu dini hari kemarin. Terlihat dari wajah para remaja yang menyesali diri atas perbuatan yang mereka lakukan saat pembinaan tersebut.

Baca Juga :  Sebanyak 32 Tahanan di Mapolres Grobogan Jalani Swab Antigen, Inilah Hasilnya

“Kami meminta para remaja tidak mengulangi perbuatan seperti ini lagi. Lebih baik lakukan hal yang positif agar masa remaja kalian tidak sia-sia,” terang dia.

“Kami tekankan para remaja senantiasa untuk tekun dan berdoa. Selain itu, saat ini masih dalam masa pandemi, kami imbau agar tidak terjadi kerumunan-kerumunan seperti kemarin,” sambung dia.

“Jangan ganggu masyarakat yang sedang beristirahat dengan tindakan seperti yang kalian lakukan kemarin. Kasihan orang tua kalian yang sudah membiayai kalian hingga saat ini,” imbuh AKP Sri Martini.

Ia melanjutkan, pembinaan terhadap para remaja ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin personel Sat Binmas Polres Grobogan Aiptu Agus Salim.

Pada bagian lain, Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan mengapresiasi kesigapan para personel gabungan dalam memerangi aksi balap liar yang terjadi di wilayah Kota Purwodadi tersebut.

Pihaknya mengimbau kepada para pengendara agar melengkapi kendaraannya sesuai dengan standar, seperti kaca spion, STNK, SIM dan knalpot yang sesuai dengan spesifikasi.

“Di masa pandemi ini, seharusnya kita prihatin dengan tidak berkumpul atau membentuk kerumunan guna memutus rantai penyebaran Covid-19,” ujar Kapolres.

“Dari kejadian ini, kami juga imbau kepada para orang tua, jika sayang kepada anaknya, agar tidak membiarkan mereka membawa kendaraan di malam hari karena rawan dipergunakan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti balap liar ini, sebab terjadi risiko seperti kecelakaan yang menyebabkan cedera parah hingga meninggal dunia,” jelas dia.

Baca Juga :  Pengurus Cabang FORKI Grobogan Resmi Dilantik, Inilah Pesan Penting dari Ketua Umum FORKI Jateng  

“Selalu awasi dan ketahui dimana keberadaan anaknya. Jika memang belum cukup umur, akan lebih baik tidak diberikan kendaraan. Dari beberapa kendaraan roda dua, baru dapat diambil setelah dilengkapi semuanya,” tandas AKBP Jury.

Sebelumnya diberitakan, fenomena aksi balapan liar yang dilakukan sejumlah kelompok remaja masih ditemukan di Purwodadi, Kabupaten Grobogan.

Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, sebanyak 30 remaja diamankan jajaran Polres Grobogan.

Para remaja tersebut diamankan polisi saat sedang melakukan trek-trekan (balapan liar) di Jalan Raya R. Soeprapto Kota Purwodadi, pada Minggu (17/1/2021) dini hari.

Kepala Satlantas Polres Grobogan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sri Martini dalam giat penertiban aksi balapan liar ini telah mengamankan sebanyak 30 remaja.  Sebanyak 26 unit sepeda motor di areal balapan liar tersebut diamankan petugas.

“Aksi balap liar atau trek-trekan sering sekali mengundang keresahan di masyarakat. Pelakunya masih anak-anak, tapi karena ini sudah meresahkan masyarakat dan bisa membahayakan pengguna jalan lainnya, maka kita amankan,” terang AKP Sri Martini.

Lebih detail, AKP Sri Martini mengungkapkan, jajarannya menggelar giat penertiban menuju ke TKP setelah mendapat laporan adanya aksi trek-trekan para remaja di Jalan R. Soeprapto Kota Purwodadi. Sebanyak 30 remaja yang diamankan diberikan pembinaan khusus agar tidak mengulang kembali perbuatannya.

“Aksi trek-trekan ini dapat membahayakan keselamatan jiwa baik pelaku maupun masyarakat yang sedang melewati jalur tersebut,” tuturnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Tahap Kedua di Grobogan Dilaksanakan Mulai Hari Ini, Para Tenaga Pelayanan Publik Diutamakan

Menurut Sri Martini, masyarakat setempat sudah sangat terganggu dengan aksi balap liar tersebut, sehingga meminta aparat segera bertindak dan menangkap aksi balap liar yang ada di wilayah hukum Polres Grobogan.

“Setelah dilakukan penindakan, kami dapat mengamankan 30 remaja untuk diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatan seperti balap liar,” terang dia.

Usai diamankan, mereka diminta berjalan sambil mendorong sepeda motornya ke Mapolres Grobogan. Setelah itu, mereka mendapatkan pembinaan dari petugas.

Hal ini dilakukan sebagai efek jera bagi para remaja ini.

“Situasi pandemi Covid-19 belum berakhir. Maka dari itu, mereka kami bina agar mematuhi peraturan pemerintah untuk tetap mentaati protokol kesehatan dan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat,” terang dia.

“Sekali lagi kami tekankan tetap mentaati peraturan lalu lintas dan tidak lagi melakukan balap liar. Anak-anak muda adalah generasi bangsa, maka kami imbau agar mereka juga melakukan kegiatan positif agar dapat memberikan kontribusi yang baik. Salah satunya tidak melakukan aksi balap liar seperti ini lagi,” imbuh AKP Sri Martini.

Penting untuk diketahui, pada dasarnya balap liar adalah salah satu tindakan yang tidak patut di contoh karena hal ini dapat membahayakan nyawa sang pelaku balapan liar tersebut dan pengguna jalan .

Hal ini tentu sangat merugikan banyak orang dan banyak pihak dengan adanya balap liar tersebut, pihak kepolisian Polres Grobogan terus melakukan giat patroli guna mencegah terjadinya aksi tersebut. Arya.