GROBOGAN.NEWS Solo

Tanggul Jebol, Lahan Seluas 45 Hektare Terendam Banjir, Pemkab Klaten Langsung Salurkan Bantuan    

Akibat tanggul ambrol, lahan seluas 45 hektare sawah milik masyarakat Desa Burikan, Cawas, Klaten terendam banjir. Ist

KLATEN, GROBOGAN.NEWS-Akibat tanggul ambrol, lahan seluas 45 hektare sawah milik masyarakat Desa Burikan, Cawas, Klaten terendam banjir.

Tanggul tersebut jebol akibat hujan deras pada Rabu, (7/1/2021). Pemerintah Kabupaten Klaten pun menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana tanggul jebol di Desa Burikan, Kecamatan Cawas.

“Bantuan gotong royong ada logistik, ada kawat bronjong, ada sandbag, logistik makanan untuk mengatasi dampak kerusakan dan membantu warga korban tanggul jebol. Insya Allah pemerintah daerah siap untuk mencukupinya, yang terpenting masyarakat guyub rukun, mau bergotong royong untuk kebenahan ini. Beserta pak TNI/ Polri juga akan membantu dalam penanganan dengan tanggul jebol,” ujar Bupati Klaten, Sri Mulyani saat menyerahkan bantuan tersebut, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Korban Covid-19 Masih Berjatuhan di Sragen. Jumat Kemarin 5 Orang Meninggal Positif Covid-19

Sri Mulyani menambahkan, tanggul jebol di Desa Burikan ada tiga bagian, yakni satu tanggul besar dan dua tanggul kecil. Selain tanggul di Desa Burikan, satu tanggul kecil di Desa Karangasem dan tanggul-tanggul kecil di Desa Gantiwarno juga jebol.

Baca Juga :  Lagi, Seorang Warga Sragen Meninggal Karena Covid-19

Widodo (65), salah satu pemilik sawah yang terendam banjir berterima kasih atas bantuan tersebut. Ia menuturkan, kerugian yang diderita warga mencapai Rp5 juta per patok sawah. Namun, ia bersyukur karena masyarakat turun tangan untuk bergotong royong mengatasi bencana tersebut.

Widodo mengatakan selain akibat hujan yang deras, tanggul jebol juga diakibatkan banyaknya jalan tikus yang terdapat di lubangan air.

“Akibat lubang tikus, banyak lubang tikus. Masuk tikusnya ke lubangan air, bisa hancur tanah dan bikin mudah jebol. Kalau bisa ya tanggul dikasih permanen, kalau sudah dibikinkan talud kemungkinan kecil terjadi seperti ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tujuh Hari Penantian Masih Sia-sia, Nasib 2 Korban Sriwijaya Air  Asal Sragen Masih Misteri

Ris