GROBOGAN.NEWS Umum Magelang

Musibah Tanah Longsor Di Prampelan Kaliangkrik Akibatkan Dua Rumah Rusak Berat, 4 Korban Alami Luka-luka

Kondisi di lokasi bencana tanah longsor di Dusun Prampelan I, Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Istimewa

MAGELANG, GROBOGAN.NEWS-Peristiwa bencana alam tanah longsor kembali menimpa wilayah Kabupaten Magelang, Selasa (26/1) kemarin.

Peristiwa longsor tersebut mengakibatkan dua rumah rusak berat dan empat orang mengalami luka-luka.

Bencana ini terjadi di Dusun Prampelan I, Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik sekitar pukul 15.30 WIB.

Keempat korban tersebut adalah Anisafiroh (27), Zidni (11) dirujuk ke RSU Tidar, Slamet Ardiyanto (39) dibawa ke Puskesmas Kaliangkrik. Sementara, Riyoto (59) dibawa ke Poliklinik Desa Adipuro.

Baca Juga :  Aziz-Mansyur Resmi Dilantik Jadi Wali Kota dan Wali Kota Magelang

Data yang berhasil dihimpun, kronologi terjadinya bencana tanah longsor bermula ketika hujan dengan intensitas sedang-lebat mengguyur wilayah Desa Adipuro.

Kondisi tersebut menyebabkan tebing setinggi 25 meter dengan lebar 10 meter longsor dengan membawa material berupa rumpun bambu sehingga menutup akses jalan serta menimpa empat rumah warga.

Baca Juga :  Aziz-Mansyur Resmi Dilantik Jadi Wali Kota dan Wali Kota Magelang

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto saat dikonfirmasi wartawan mengungkapkan, akibat longsor tersebut dua rumah rusak berat, satu rumah dan kandang rusak ringan.

Saat ini BPBD telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk melakukan proses penanganan bencana tanah longsor tersebut.

Baca Juga :  Aziz-Mansyur Resmi Dilantik Jadi Wali Kota dan Wali Kota Magelang

Para petugas gabungan, relawan, serta warga setempat juga telah melakukan proses pembersihan jalan.

Edy juga mengimbau masyarakat Kabupaten Magelang untuk lebih meningkatkan kewaspadaan utamanya di saat musim penghujan.

“Seperti kita ketahui bahwa Kabupaten Magelang ini rawan terjadi bencana tanah longsor, terutama masyarakat yang tinggal di perbukitan dan di lereng gunung,” imbuh dia. F.Lusi I Ris