GROBOGAN.NEWS Semarang

Konsisten Dan Berhasil Jalankan Program Jogo Santri, Lima Ponpes Dapat Apresiasi

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat penyerahan bantuan di kompleks kantor Gubernur Jateng Kota Semarang, Kamis (28/1). Ist

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Lima pondok pesantren (ponpes) di Jawa Tengah mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi, menyusul berhasilnya mereka dalam mempraktikkan program Jogo Santri, sebagai langkah mengurangi penyebaran Covid-19 di area belajarnya.

Program Jogo Santri adalah salah satu langkah Pemprov Jateng mendorong program pendisiplinan protokol kesehatan di dalam lingkungan ponpes.

Kelima ponpes tersebut yaitu Ponpes Raudhotul Mubtadiin Balekambang Jepara, Ponpes Khozinatul Ulum I Blora, Ponpes Walindo Manba’ul Falah Pekalongan, Ponpes Al Uswah Semarang serta Ponpes Life Skill Darun Najah Kota Semarang. Masing-masing mendapat bantuan sebesar Rp125 juta.

Baca Juga :  Diduga Akibat Lupa Matikan Kompor, Enam Bangunan di Depan APAC INTI Bawen Hangus Dilalap Api

“Ini kita realisasikan (program Jogo Tonggo). Pada tahap pertama ada lima ponpes,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen usai penyerahan bantuan di kompleks kantor Gubernur Jateng Kota Semarang, Kamis (28/1/2021).

Harapannya, dengan bantuan yang diterima, setiap ponpes bisa mendirikan pos untuk pelayanan kesehatan penanggulangan Covid-19. Termasuk, membuat ruang isolasi, jamban ramah lingkungan, ruang pertemuan santri dengan orang tua, dan lainnya.

Baca Juga :  Bupati/ Wali Kota Wilayah Semarang Raya Dilantik Secara Langsung, Para Kepala Daerah Terplih Lainnya Dilantik Via Daring

“Contoh seperti ini, konkret ini mari kita kembangkan bersama di pondok pesantren yang ada di Jawa Tengah maupun yang ada di Indonesia ini,” tuturnya.

Gus Yasin, sapaan akrab Wagub, menambahkan, tidak hanya ponpes yang harapannya bisa membangun tempat penangulangan Covid-19 di lingkungannya, tapi juga lembaga lain agar menerapkam protokol kesehatan.

“Karena sampai saat ini (Covid) belum selesai, walaupun vaksin sudah mulai dilaksanakan,” jelasnya.

Baca Juga :  Terbanyak di Jalur Grobogan-Blora, Ruas Jalan Provinsi Sepanjang 75 Kilometer Alami Kerusakan

Dia mengimbau  kepada masyarakat agar tidak menganggap Covid-19 sudah selesai. Sebab, saat ini negara masih terus berjuang menghadapi virus Corona. Bahkan jumlah kasus masih tinggi. Maka ikhtiar sabar dan menaati protokol kesehatan merupakan hal penting.

“Ini bentuk untuk mewujudkan Indonesia kita, Jawa Tengah kita, dunia kita ini, aman lagi dari Covid-19,” pungkas Gus Yasin. Satria