GROBOGAN.NEWS Solo

Januari Masa Perkembangbiakan Ular, BPBD Sragen Minta Masyarakat Waspada

Ilustrasi ular

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Masyarakat Sragen diminta waspada saat memasuki bulan Januari, di mana hujan mulai sering terjadi.

Bukan saja soal penyakit yang mungkin muncul, namun juga kemungkinan munculnya ular atau anakan ular.

Pasalnya, bulan pertama di awal tahun atau bulan Januari biasanya menjadi masa yang cocok untuk perkembangbiakan ular.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen, Sugeng Priyono, Sabtu (16/1/2021).

“Bulan Januari ini memang biasanya musim ular bertelur dan menetas. Jadi masyarakat kami imbau waspada, karena sebagian ular itu berbisa,” paparnya.

Baca Juga :  Dicegat Polisi, Pria Asal Ngadirojo Wonogiri Ini Ngelantur Punya Ilmu Tenaga Surya, Sampai-sampai Viral

Sugeng menguraikan, jika ada ular apalagi jenis berbisa di lingkungan rumah, masyarakat diminta tak perlu panik.

Akan tetapi, cukup dengan menggunakan sapu lidi untuk menghalau kemudian bisa ditutup dengan menggunakan ember.

Ia menyarankan, jika sekiranya sudah mengganggu, bisa melapor ke BPBD. Nanti akan direspon dengan menerjunkan tim relawan.

“Silakan menghubungi kami, nanti kita sampaikan ke teman-teman relawan,” terangnya.

Sugeng menyebut, para relawan melalui BPBD sudah melakukan simulasi atau praktek langsung cara menangkap ular dengan teknik yang benar. Ular yang ditangkap nantinya akan dikembalikan ke habitatnya.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19 Masih Menerpa, Jumlah Hewan Kurban Idul Adha 2021 di Sragen Justru Meningkat

Sebelumnya, Ketua Regional Exalos Sragen, Candra Giri yang aktif di dunia satwa ular kepada JOGLOSEMARNEWS.COM mengatakan, musim penghujan memang menjadi momen yang biasa digunakan ular berkembangbiak.

Selain itu, musim hujan kadang banyak diwarnai dengan kemunculan ular di dalam rumah.

Ia mengatakan, dari laporan warga yang diterima selama ini, ruangan dapur atau dekat dapur menjadi lokasi yang paling banyak ditemukan ular.

Kemudian, di area gudang atau tempat penyimpanan barang bekas adalah lokasi kedua yang paling sering dijadikan persembunyian ular.

“Area-area itu biasanya banyak tikusnya sehingga menarik kemunculan ular untuk masuk. Ular masuk ke rumah itu biasanya untuk cari makanan yaitu tikus,” ujar relawan yang akrab disapa Ucank itu.

Baca Juga :  10 Hari Sakit Tak Ada yang Merawat, Pria Warga Ngrampal Sragen Ini Ditemukan Tewas di Rumahnya Tepat di Hari Idul Adha

Ucank menambahkan, kasus gigitan ular di Sragen sudah relatif banyak. Sepanjang tahun ini, pihaknya sudah menangani empat kasus gigitan ular berbisa pada warga mulai dari ular hijau, ular bandotan hingga ular cobra jawa atau ular dumung.

“Alhamdulillah, semuanya bisa tertangani dan bisa pulih. Asalkan penanganannya cepat dan tidak salah, bisa diselamatkan,” tandasnya. Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/01/awas-bulan-bulan-ini-jadi-musim-ular-menetas-termasuk-ular-berbisa-berikut-panduan-dari-bpbd-dan-exalos-sragen/