GROBOGAN.NEWS Grobogan

KPU Grobogan Tetapkan Bupati-Wakil Bupati Terpilih, Sah. Pasangan Sri-Bambang Segera Pimpin Grobogan

Ketua KPU Grobogan Agung Sutopo saat menyerahkan surat keputusan penetapan calon terpilih kepada pasangan Sri Sumarni-Bambang Pujiyanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih di Aula Kantor KPU setempat, Kamis (21/1/2021). Arya

PURWODADI, GROBOGAN.NEWS-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Grobogan resmi menetapan pasangan Sri Sumarni-Bambang Pujiyanto sebagai pasangan bupati dan wakil bupati terpilih, Kamis (21/1/2021).

Penetapan dilakukan melalui rapat pleno terbuka dipimpin Ketua KPU Grobogan Agung Sutopo.

Rapat pleno digelar di aula KPU setempat dengan memberlakukan pembatasan peserta.

Dalam pelaksanaannya pun mengedepankan kedisiplinan protokol kesehatan secara ketat .

Dalam pleno terbuka ini, pasangan Sri Sumarni-Bambang Pujiyanto didampingi ketua tim pemenangan Agus Siswanto, sejumlah perwakilan partai pengusul .

Turut hadir Ketua Bawaslu Grobogan Fitria Nita Witandi.

Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan memimpin langsung pengamanan selama pelaksanaan pleno terbuka.

Ketua KPU Grobogan Agung Sutopo membacakan berita acara penetapan calon terpilih dalam pemilihan bupati dan wakil Grobogan 9 Desember 2020.

“Berdasarkan surat panitera Mahkamah Konstitusi RI Nomor 165/PAN.MK/01/2021 tanggal 20 Januari 2021 perihal keterangan perkara PHP-Gub/Kab/Kota Tahun 2021 yang diregistrasi di Mahkamah Konstitusi, tidak ada pengajuan permohonan perselisihan pemilihan bupati dan wakil bupati Grobogan tahun 2020 kepada Mahkamah Konstitusi,” kata Agung.

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 Tahap II Berjalan Lancar

“Berdasarkan surat sebagaimana dimaksud di atas, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Grobogan menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Grobogan tahun 2020,” sambung dia.

“Tata letak kanan, Hj Sri Sumarni SH, MM dan dr Bambang Pujiyanto, M.Kes dengan perolehan suara sebanyak 597.463 suara, sebagai bupati dan wakil bupati terpilih dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Grobogan 2021,” imbuh Agung Sutopo.

Usai pengumuman penetapan, langsung dilakukan penandatanganan berita acara oleh Ketua DPRD Grobogan, partai politik atau gabungan partai politik, pasangan calon terpilih, empat komisioner KPU Grobogan, Ketua Bawaslu Kabupaten Grobogan dan sekretariat KPU Kabupaten Grobogan.

Baca Juga :  Pengurus Cabang FORKI Grobogan Resmi Dilantik, Inilah Pesan Penting dari Ketua Umum FORKI Jateng  

Penting untuk diketahui, pasangan Sri Sumarni-Bambang Pujiyanto dinyatakan menang telak melawan kotak kosong di Pilkada Kabupaten Grobogan 2020.

Berdasarkan hasil real count yang ditampilkan di situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), jumlah suara yang masuk sudah 100 persen atau dari total 2.971 TPS.

Pasangan Sri-Bambang mengantongi suara 594.197 atau 86,2 persen. Sementara kolom kosong yang menjadi lawan Sri-Bambang hanya mengantongi 94.752 suara atau 13,8 persen. Sri Sumarni sendiri merupakan Bupati Grobogan petahana yang kembali mencalonkan diri diusung oleh PDI-Perjuangan. Sri berpasangan dengan seorang dokter, Bambang Pujiyanto, mantan Direktur RSUD dr R Soedjati Soemodiardjo Purwodadi, Grobogan.

Dalam perjalanannya, selain PDI Perjuangan ada 11 partai lainnya menyatakan dukungan untuk mengusung Sri-Bambang dalam Pilkada Grobogan. Yakni Gerindra, PPP, Partai Golkar, PKB, PAN, Hanura, Partai Demokrat, Nasdem, PKS, Partai Berkarya, dan Perindo.

Baca Juga :  Vaksinasi Tahap Kedua di Grobogan Dilaksanakan Mulai Hari Ini, Para Tenaga Pelayanan Publik Diutamakan

Sri Sumarni merupakan bupati Grobogan saat ini. Jabatan bupati disandangnya sejak 2016. Sebelumnya, perempuan kelahiran 5 September 1960 ini menjadi ketua DPRD Grobogan untuk periode 2012–2014 dan 2014–2016.

Sementara Bambang Pujiyanto merupakan mantan Direktur RSUD R Soedjati Soemodiharjo Purwodadi. Sebelumnya, Bambang juga pernah menjabat Kepala Dinas Kesehatan Grobogan.

Ketua KPU Kabupaten Grobogan Agung Sutopo mengatakan, dalam Pilkada serentak itu, jumlah daftar pemilih tetap sebanyak 1.114.536 orang. “Dari jumlah itu ada 708.614 orang yang menggunakan hak pilihnya atau 63,58 %,” ujarnya.

Adapun jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya ada 405.922 orang atau sekitar 36,42 %. “Dalam perhitungan suara, juga dinyatakan sebanyak 17.375 suara, tidak sah,” tukasnya.Arya