KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Gelombang penularan virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Kudus belum mereda. Kasi Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kudus Bima Aryo Tejo meninggal terkonfirmasi positif Covid-19. Ironisnya, pihak keluarga justru menolak pemakaman almarhum secara protokol kesehatan.

Dan yang sangat disayangkan, Satpol PP sebagai bagian dari Satgas Penanganan Covid-19 tempat almarhum bekerja, juga tidak mampu memberi edukasi pada keluarga korban. Sehingga, kejadian tersebut berpotensi memunculkan klaster penularan baru.

Menurut informasi yang ada, almarhum meninggal dunia pada Sabtu (26/12) silam. Saat meninggal, hasil swab almarhum memang belum keluar namun gejalanya sudah mengarah pada suspek Covid-19.  Hingga akhirnya RS Mardi Rahayu berkoordinasi dengan Tim Pemakaman untuk melakukan pemakaman almarhum secara protokol kesehatan.

Namun, tanpa disangka pihak keluarga almarhum justru menolak proses pemakaman secara prokes. Mereka bersikeras menjemput jenazah almarhum dari rumah sakit dan memulasari hingga memakamkan jenazah almarhum di pemakaman umum Desa Klumpit, Kecamatan Gebog.

“Kami sudah mencoba memberi edukasi baik lewat tokoh masyarakat, dan juga melapor ke Kepala Satpol PP selaku pimpinan almarhum saat bekerja. Tapi pihak keluarga tetap bersikeras dan meminta almarhum dimakamkan secara biasa,”kata seorang anggota tim pemakaman Covid-19 Kabupaten Kudus, Selasa (29/12).

Halaman:
‹‹   1   2   3   Baca Selanjutnya ›   ››   All