JAKARTA, GROBOGAN.NEWS – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menduga, sejumlah pria yang membawa senjata laras panjang di sekitar KM 50 tol Cikampek saat terjadinya bentrok antara laskar FPI dan Polisi
adalah petugas yang sedang menjaga jalur pengiriman vaksin Covid-19.

Baca Juga :  Densus 88 Gerebek Terduga Teroris di Bekasi,  Terduga Ternyata Karyawan PT Kimia Farma

Keberadaan sejumlah pria tersebut menjadi sorotan di malam insiden enam anggota laskar FPI tewas.

“Informasi yang kami dapat itu kaitannya dengan pengamanan vaksin. Vaksin Sinovac itu dikirim dari Soekarno-Hatta ke Bio Farma di Bandung,” ujar Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, saat ditemui Senin (28/12/2020).

Baca Juga :  Catat Cara dan Syaratnya! Program Kartu Prakerja Gelombang 21 Sudah Dibuka

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac tiba dari Cina pada Minggu (6/12/2020) malam di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang.

Vaksin tersebut kemudian harus langsung dibawa ke Bio Farma yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat lewat jalur darat.

Baca Juga :  UU ITE Jadi Dasar Luhut dan Moeldoko Laporkan Aktivis ke Polisi

“Itu informasi yang kami dapat dari polisi,” kata Beka.

Pada 7 Desember dini hari, bentrok antara mobil Front Pembela Islam (FPI) dengan petugas polisi yang mengikuti mereka, pecah di sekitar KM 50 Tol Cikampek.

Halaman:
1   2   All