GROBOGAN.NEWS Demak

Penularan Covid-19 di Demak Terbanyak Klaster Perusahaan

Wakil Bupati Demak Joko Sutanto saat menerima kunjungan Satgas penanganan Covid-19 Nasional di Ruang Command Center, Senin (7/12) kemarin. Foto : Istimewa

DEMAK, GROBOGAN.NEWS-Klaster penyebaran Covid-19 terbanyak di Kabupaten Demak saat ini adalah klaster perusahaan. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Demak Joko Sutanto saat menerima kunjungan Satgas penanganan Covid-19 Nasional di Ruang Command Center, Senin (7/12) kemarin.

Dalam pemaparannya Wabup Joko, kasus Covid-19 di perusahaan justru dikarenakan ketidaktertiban protokol kesehatan di luar perusahaan. Sebab, kebanyakan perusahaan di Kabupaten Demak sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

“Sebenarnya protokol kesehatan sudah diterapkan di perusahaan. Tetapi masalah utama yang terjadi bukan di perusahaan, tapi di luar perusahaan. Karena mereka tidak mematuhi protkes saat berada di luar perusahaan,” terang dia.

Baca Juga :  Dalam 1,5 Bulan, Layanan SPAN Lapor Terima 212 Aduan

Dijelaskan lebih detail, dulu klaster penyebaran Covid-19 adalah pasar, tetapi saat ini sudah dapat ditekan dengan pembentukan tim satgas penanganan disiplin protokol kesehatan (SPDP), penegakan di jalan, serta pasar terbuka.

Terkait penanganan Covid-19, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Singgih Setyono mengatakan, Pemkab sudah menyiapkan 500 tempat untuk karantina. Tetapi warga banyak yang menolak untuk melakukan karantina.

Disampaikannya lebih lanjut, kasus Covid-19 di Kabupaten Demak meningkat, salah satunya karena anggapan masyarakat yang salah tentang new normal. Masyarakat mempercayai kondisi sudah kembali normal. Bahkan ada yang sudah menyelenggarakan hajatan atau perkumpulan lainnya.

Baca Juga :  Dalam 1,5 Bulan, Layanan SPAN Lapor Terima 212 Aduan

Perwakilan tim Satgas Penanganan Covid-19 nasional Edy Rianto menyampaikan, kenaikan angka Covid-19 bukan hanya Demak. Masyarakat sebenarnya sudah faham terkait protokol kesehatan, tapi susah untuk diterapkan dalam setiap aktivitasnya.

Karenanya, kepada pemangku kepentingan jangan pernah bosan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

“Hampir semua orang yakin dengan adanya Covid-19, tapi mereka tetap mengabaikan dengan tidak memakai masker. Saya rasa masyarakat sudah teredukasi, tapi untuk melakukan kebiasaannya yang belum,” jelasnya. Yanti

Baca Juga :  Dalam 1,5 Bulan, Layanan SPAN Lapor Terima 212 Aduan