GROBOGAN.NEWS Kudus

Lahan Padi Seluas 1.718 Hektare Terendam Banjir, Potensi Kerugian Resahkan Petani di Kudus

Ilustrasi Banjir menggenangi lahan pertanian di Kudus. Foto : Istimewa

KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Hampr sepekan lamanya banjir dengan ketinggian bervariasi telah merendam sebagian wilayah di Kabupaten Kudus.

Lahan pertanian tanaman padi seluas 1.718 hektare terancam puso akibat tergenang banjir. Potensi kerugian yang dialami para petani yang lahannya tergenang banjir pun terbilang cukup fantastis.

Untuk usia tanaman kurang dari 60 hari kerugian per hektare berkisar Rp7,5 juta, sedangkan usia tanaman lebih dari 60 hari potensi kerugiannya bisa mencapai Rp15 juta.

Data yang dihimpun menyebutkan, lahan padi seluas 1.718 hektare tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kudus.

Baca Juga :  Terlibat Kecelakaan, Pengendara Sepeda Motor Alami Luka Serius Setelah Ditabrak Truk  

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Dewi Masitoh, saat dikonfirmasi wartawan menyebutkan, lahan tanaman padi petani yang tergenang banjir tersebar di Kecamatan Undaan, Mejobo, Jati, Kaliwungu, dan Jekulo.

“Lahan tanaman padi yang paling banyak tergenang tersebar di Kecamatan Undaan dengan luas 791 hektare, disusul Kecamatan Jekulo seluas 529 hektare, Mejobo seluas 374 hektare, Jati seluas 20 hektare, dan Kaliwungu seluas 4 hektare,” terang dia.

Baca Juga :  Sinergitas dengan Muslimat NU Harus Terus Diperkuat

Ia menyebut, untuk usia tanaman padi yang tergenang bervariasi antara tujuh hari hingga 65 hari.

Menurutnya, ketika genangan berlangsung lebih dari lima hari, tanaman padi tersebut terancam membusuk alias puso. Dalam rangka membantu meringankan beban petani, Dinas Pertanian dan Pangan Kudus siap mengusulkan bantuan benih kepada Kementerian Pertanian ketika nantinya ada yang puso.

“Untuk sementara belum ada tanaman padi yang dinyatakan puso, luas arealnya memang bertambah dari luas sebelumnya per 9 Desember 2020 tercatat hanya 1.643,5 hektare, kini meningkat menjadi 1.718 hektare,” imbuh dia. Nor Ahmad

Baca Juga :  Malu Dipasang Label di Tembok Rumah, 16 Keluarga Penerima PKH Mundur setelah