SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Seluruh jajaran TNI di wilayah Surakarta diwanti-wanti untuk menjaga netralitas dalam ajang Pilkada serentak yang akan dihelat Rabu (9/12/2020).

Imbauana itu disampaikan oleh Komandan Korem 074 Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Rano Tilaar.

Ancaman dan sanksi tegas siap dijatuhkan kepada personel yang terbukti melanggar prinsip netralitas dalam event politik.

Baca Juga :  Pusat Pemerintahan Sragen Bakal Dipindahkan ke dekat Technopark. Anggarannya Lebih dari Rp 50 M

Penegasan itu disampaikan Danrem usai memimpin sertijab Danyon 408 Suhbrastha Sragen, Selasa (8/12/2020).

Ia mengatakan mengacu Undang-Undang 34 Tahun 2004 terutama pasal 39, ada empat hal yang tidak boleh dilakukan oleh prajurit TNI yang aktif.

Baca Juga :  Di Sragen, Sehari Hanya Ada Tujuh Kasus Positif dan Seorang Meninggal

Yang pertama adalah dilarang menjadi caleg, yang berikutnya dilarang menjadi kontestan politik dalam pemilihan kepala daerah, pemilihan kepala negara.

Kemudian yang keempat dilarang berbisnis dan yang kelima dilarang melaksanakan politik praktis.

“Jadi itulah koridor bagi TNI aktif dalam menyikapi semua event-event kontestasi politik baik itu pilpres, pileg maupun juga pilkada. Sanksi tegas keras dan sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan dalam menyikapi masalah netralitas TNI,” papar Danrem kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Baca Juga :  Tak Kuat Nanjak, Truk Tronton Penuh Semen Ngglondor dan Menimpa Panther di Mondokan, Sragen

Halaman:
1   2   All