GROBOGAN.NEWS Kudus

Banjir Masih Melanda Tiga Desa di Kudus, 241 Rumah Masih Terendam Air

Ilustrasi Genangan air merendam 64 rumah di wilayah Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Foto : Istimewa

KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BBPBD) Kudus menyebut banjir telah merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus. Hingga Sabtu (12/12), sedikitnya, 241 rumah di tiga desa terendam.

Ketiga desa tersebut adalah Desa Jati Wetan dan Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati serta Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu.

Banjir merendam permukiman warga di tiga desa tersebut dengan ketinggian 10 – 80 sentimeter.

Hujan deras yang berlangsung sejak kemarin hingga saat ini di sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus telah menyebabkan debit sejumlah sungai meningkat.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus, Budi Waluyo mengungkapkan, ketiga desa yang masih terendam banjir di Desa Jati Wetan, Desa Tanjungkarang di Kecamatan Jati, seta satu desa di Kecamatan Kaliwungu, yakni di Desa Setrokalangan.

Baca Juga :  Geger, Mayat Bayi dengan Luka Robek Pada Leher Ditemukan Mengapung Di Sungai Jagetan Jepara  

Ia menyebut berdasarkan data dalam catatan BPBD Kudus pada Jumat (11/12) sekira pukul 22.00 WIB, sebanyak 241 rumah terendam genangan air di ketiga desa tersebut.

“Banjir terparah terjadi di Kecamatan Jati Wetan terdapat 210 kepala keluarga dan 579 jiwa terdampak banjir. Sementara rumah yang terendam sebanyak 167 rumah,” terang dia.

“Di jalan desa juga terendam genangan air hingga ketinggian 75 sentimeter,” imbuh dia.

Dijelaskannya lebih detail, hingga saat ini warga Jati Wetan masih bertahan di rumah belum ada yang mengungsi.

Baca Juga :  Pengawasan Kedisiplinan Perusahaan dan Perkantoran Atas Kepatuhan PPKM Terus Diperkuat

Namun, dari pihak desa sudah mempersiapkan posko pengungsian, jaga-jaga jika ketinggian air banjir terus meningkat.

Sementara itu, untuk banjir di Desa Tanjungkarang, lanjut Budi Waluyo, telah menggenangi jalan desa dan sejumlah rumah warga yang berlantai rendah. Ada sekitar 66 rumah dengan 66 keluarga atau 235 jiwa yang terdampak. Ketinggian air sekitar lima hingga sepuluh sentimeter, menurun sekitar lima sentimeter.

Sedangkan di Desa Setrokalangan, ketinggian air banjir antara 10 – 40 centimeter. Sama dengan banjir di dua desa sebelumnya, banjir merendam delapan rumah dan jalan masuk permukiman warga.

Baca Juga :  Hartopo Beri Apresiasi Perusahaan yang Tertib Aturan PPKM, Pastikan Kedisiplinan Protokol Kesehatan

“Jalan masuk Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan sepanjang 500 meter tergenang banjir dengan ketinggian 30 – 40 sentimeter. Untuk permukiman warga di Dukuh Setrokalangan tergenang air banjir sekitar 10 – 20 sentimeter,” pungkas dia. Nor Ahmad