GROBOGAN.NEWS Semarang

45 Warga Kota Semarang Terjaring Razia Masker, Satpol PP Terus Gencarkan Razia Prokes

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang menggelar razia protokol digelar di di Jalan Pusponjolo, Semarang Barat, pada Senin (30/11) lalu.

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali menggecarkan razia penegakan disiplin protokol kesehatan di wilayahnya. Hal itu menjadi upaya Pemkot Semarang dalam memutus mata rantai penularan virus corona atau Covid-19.

Melalui jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang razia protokol digelar di di Jalan Pusponjolo, Semarang Barat, belum lama ini.

Hasilnya, sebanyak 45 orang berhasil diamankan lantaran tidak mengenakan masker.

Mereka yang melanggar pun mendapat sanksi beragam. Mulai dari penyitaan KTP, hukuman menyanyikan lagu kebangsaan, hukuman push up, dan menyapu jalanan. Mereka juga menjalano rapid test covid-19.

Baca Juga :  Angka Kejahatan Sepanjang Tahun 2020 Alami Penurunan Dibanding 2019

Pjs Walikota Semarang Tavip Supriyanto yang datang langsung memantau razia itu mengatakan, razia itu digelar Pemkot Semarang mengingat kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan utamanya memakai masker sudah mulai menurun.

“Oleh karena itu, mulai saat ini, kami gencarkan lagi razia protokol kesehatan. Kami juga mendorong Satpol PP agar terus edukasi ke masyarakat melalui duta perubahan perilaku,” terang Tavip di sela razia.

Tavip menambahkan, razia di jalan tersebut digelar mengingat dalam beberapa hari terakhir kemarin kasus aktif corona di Semarang barat meningkat.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto menyatakan razia itu digelar karena adanya kenaikan kasus aktif corona di Ibukota Jawa Tengah ini.

Baca Juga :  Pelaku Usaha Diminta Ikuti Survei Dampak Covid-19

“Kami dulu menjanjikan dan berharap pada Bulan Desember sudah zona hijau tapi malah beberapa hari terakhir kasus coronanya naik luar biasa sehingga kita gelar razia ini,” kata Fajar.

Fajar kembali menghimbau masyarakat agar tak menyepelekan virus corona. Sebab virus tersebut benar benar ada dan bisa menyerang siapa saja tanpa terkecuali mulai dari pejabat hingga masyarakat umum.

“Keponakan dan adik saya aja terpapar corona. Mereka sedang diisolasi mandiri,” bebernya.

Baca Juga :  Sinergitas Bangkitkan Sektor Pariwisata Harus Terus Diperkuat

“Corona ini benar ada. Jangan sepelekan,” tandas dia.
Berdasar informasi yang dirangkum tim di lapangan, ada 41 pelanggar yang menjalani rapid test. Dua orang diantaranya teranyata reaktif virus corona. Kahlil Tama