GROBOGAN.NEWS Umum Pantura

Peluang Sektor Ekraf Dimaksimalkan Topang Kebangkitan Ekonomi

Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz SE.

PEKALONGAN, GROBOGAN.NEWS-Pandemi Covid-19 berimbas terhadap berbagai sektor termasuk ekonomi kreatif.

Tidak ingin terus terpuruk,di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), Pemerintah Kota Pekalongan terus mendorong para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) terus berkreasi dan menciptakan inovasi.

Hal ini disampaikan Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan dan Penguatan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif Kota Pekalongan, yang diinisiasi oleh Pekalongan Creative City Forum (PCCF) bertempat di Ruang Jatayu Setda, kemarin.

“Kami, atas nama Pemerintah Kota Pekalongan mengapresiasi PCCF yang terus bersemangat mengembangkan, dan menguatkan sektor ekonomi kreatif di Kota Pekalongan, khususnya sumberdaya manusia, sebagai para pelaku kreatif,” terang dia.

“Terlebih kondisi saat ini, bangsa kita masih mengalami pandemi yang menjadi masalah global, dan berdampak pada berbagai sektor,” tutur Saelany.

Menurutnya, para pelaku ekonomi kreatif harus jeli dalam memanfaatkan peluang sektor ekraf.

Apalagi Kota Pekalongan, sudah menyandang predikat sebagai Kota Kreatif Dunia, dan memiliki kelebihan seperti di sektor kuliner, fesyen, kriya serta lainnya.

Saelany juga menekankan, ke depan, Kota Pekalongan akan semakin berkembang dengan banyaknya para wisatawan yang berkunjung.

“Dengan begitu, hasil ekraf yang dimiliki Kota Pekalongan juga akan laku, seperti kuliner, batiknya, dan sektor ekraf lainnya,” terang dia.

“Mudah-mudahan, forum ini bukan hanya seremonial, melainkan sebagai evaluasi apa yang telah dilakukan tahun ini. Kami menginginkan, para pelaku ekraf yang tergabung dalam PCCF ini, dapat memberikan masukan maupun saran kepada pemerintah, untuk membangun Kota Pekalongan sehingga semakin maju dan kreatif, dengan karya-karya yang dimilikinya,” tuturnya.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan menambahkan, ada 17 subsektor ekraf, yang memberi kontribusi besar dalam perekonomian tanah air.

Namun di Kota Pekalongan, baru ada sembilan sektor yang dipantau dan menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Pihaknya berharap, melalui forum PCCF ini, para komunitas pelaku ekraf dapat lebih meningkatkan perannya, sebagai wadah dan penghubung ke pemerintah.

“Sektor ekonomi kreatif mempunyai potensi besar menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, khususnya Kota Pekalongan ke depan. Sehingga dibutuhkan peran semua pihak dalam menciptakan ekosistem yang menunjang,” ujar Betty.

Sementara itu, Pengurus PCCF sekaligus narasumber dalam forum tersebut, Trias Arditya menjelaskan, melalui forum tersebut, para pelaku ekraf dapat saling merapatkan barisan, dan bersinergi dengan para stakeholder terkait. Dengan kolaborasi positif ini, lanjutnya, diharapkan dapat semakin memajukan industri ekraf Kota Pekalongan, di tahun-tahun mendatang.

“Kolaborasi yang dimaksud yakni, adanya sinergi antara akademisi, pemerintah, bisnis, yang dapat merangsang wirausaha muda baru dan kekuatan komunitas, dengan jaringan wirausaha, baik yang menggeluti hobi, maupun yang lahir dari proses kreativitas,” tandas Betty. Frieda.