GROBOGAN.NEWS Grobogan

Dilaporkan Hilang Hanyut di Sungai Lusi, Jenazah Perempuan Asal Ngaringan Berhasil Ditemukan di Wirosari  

Tim SAR gabungan dari Basarnas Semarang bersama BPBD Kabupaten Grobogan berhasil menemukan jenazah Fifi Rofiah (45), warga Dukuh Ngresah Desa Kalanglundo RT 02/RW 09 Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan yang diduga hanyut terbawa arus sungai Lusi sejak Minggu (27/12) siang lalu. Istimewa

WIROSARI, GROBOGAN.NEWS-Tim SAR gabungan dari Basarnas Semarang bersama BPBD Kabupaten Grobogan akhirnya berhasil menemukan jenazah korban hanyut di Sungai Lusi, Selasa (29/12).

Upaya percarian membuahkan hasil pada hari ketiga sejak korban bernama Fifi Rofiah (45), warga Dukuh Ngresah Desa Kalanglundo RT 02/RW 09 Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan yang diduga hanyut terbawa arus sungai Lusi pada Minggu (27/12) siang.

Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Iya, kami bersyukur korban berhasil ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB kurang lebih 15 km arah barat dari lokasi kejadian, setelah dievakuasi korban selanjutnya diserahkan ke keluarga korban,” terang Kepala Basarnas Semarang Nur Yahya.

“Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR resmi kami tutup dan kami ucapkan terimakasih atas kerjasama yang baik dengan semua pihak sehingga korban cepat ditemukan,” sambung dia.

Sementara itu, Is Budiyono, TRC BPBD Grobogan menambahkan, jenazah korban ditemukan tersangkut di pinggir sungai,  tepatnya Dusun Sawit, Desa Tanjungrejo,Kecamatan Wirosari. Berjarak sekitar  15 kilometer dari lokasi hanyut.

Baca Juga :  Hari ini Gerakan Grobogan Satu Hari di Rumah Saja Diberlakukan, Inilah Ketentuannya

“Alhamdulillah korban sudah ditemukan. Jenazah langsung dibawa ke rumah korban,” jelas

Data yang berhasil dihimpun menyebutkan, jenazah korban pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 11.30 WIB. Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada petugas.

Mendapatkan laporan, petugas langsung datang ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi jenazah.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga.

Diberitakan kantor berita GROBOGAN.NEWS sebelumnya,  nasib tragis dan memilukan dialami Fifi Rofiah (45) warga Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan.

Perempuan tersebut diduga hanyut terbawa derasnya aliran Sungai Lusi pada Minggu (27/12) kemarin.

Data yang dihimpun GROBOGAN.NEWS, peristiwa tragis tersebut diketahui pertama kali oleh sang suami korban sesaat setelah keduanya memanen kacang.

Kepala Basarnas Semarang, Nur Yahya, saat dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya pertama kali menerima informasi adanya peristiwa tersebut dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan. Laporan tersebut diterimanya dari Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan, Masrikan.

Baca Juga :  Siap-siap! Pemkab Grobogan Kembali Gulirkan Gerakan Satu Hari di Rumah Saja, Seluruh Destinasi Wisata, Tempat Hiburan hingga Pasar Rakyat Kembali Ditutup Sementara

“Info awal yang kami terima identitas korban yang diduga hanyut bernama Fifi Rofiah, perempuan umur 45 tahun, hanyut di sungai Lusi saat hendak pulang setelah memanen kacang,” terang dia, saat dikonfirmasi.

Lebih detail, ia menyebutkan, peristiwa tragis tersebut diketahui pertama kali oleh sang suami korban sesaat setelah keduanya memanen kacang.

Menurut dia, korban yang beralamat Dusun Ngresah, Desa Kalanglundo RT 02 RW 09, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan.

“Laporan yang kami terima, awalnya pada Minggu pagi memanen kacang di ladang mereka yang berada di seberang sungai Lusi,” terang dia.

Namun, lanjut dia, pada sekitar pukul 13.00 WIB, Sang suami mengajak istrinya pulang.

“Pada saat diajak pulang, korban menolak. Korban pulang dengan cara menyeberangi sungai Lusi yang pada saat kejadian tidak begitu dalam. Sedangkan sang suami dengan menggunakan motor berjalan memutar,” ungkap dia.

Baca Juga :  Saat Sedang Asyik di Tempat Karaoke di Grobogan, Seorang Begal Diringkus Polisi

“Sang suami langsung kembali dan melakukan pengecekan keberadaan istri. Suami korban tidak berhasil menemukan keberadaan istrinya,” terang Yahya lebih lanjut.

Setelah berusaha mencari, kata Yahya, suami korban tidak berhasil menemukan keberadaan korban.

“Diduga hanyut, kejadian ini langsung dilaporkan ke pihak yang berwenang selanjutnya, dan dilanjutkan kepada kami,” sambung dia.

“Di tengah perjalanan sang suami melihat air sungai yang meluap, kemudian sang suami kembali untuk mengecek keberadaan istrinya, namun tidak terlihat dan diduga hanyut sehingga kejadian tersebut dilaporkan ke pihak berwenang yang diteruskan kepada kami,” katanya.

“Setelah menerima laporan, petugas kami telah memberangkatkan satu tim dari Basarnas Pos SAR Jepara untuk melakukan pencarian korban. Kami berharap korban segera ditemukan, semoga cuaca bersahabat,” pungkas dia. Arya