GROBOGAN.NEWS Blora

25 Tenaga Kesehatan di RSUD Soetidjono Blora Terpapar Covid-19, Diduga Penularan dari Pasien

Ilustrasi Covid-19

BLORA, GROBOGAN.NEWS-Penularan virus corona atau covid-19 di Kabupaten Blora kembali menghantam tenaga kesehatan. Sebanyak 25 tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD Soetidjono Blora yang terdiri dari tenaga medis, perawat, dan tenaga rumah sakit non medis positif covid-19.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Blora Henny Indriyanti, saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa (8/12) menyatakan, sebanyak 25 tenaga kesehatan yang terpapar covid-19 kini menjalani perawatan serta isolasi mandiri.

“Iya, meski ada 25 tenaga kesehatan yang terpapar covid-19, pelayanan di RSUD Soetidjono Blora tetap berjalan normal,” terang dia.

Dijelaskan oleh Henny lebih detail, pihaknya menerangkan, para tenaga kesehatan harus menjalani isolasi selama 14 hari. Pihaknya pun mengakui jika di Kabupaten Blora dalam beberapa pekan mengalami lonjakan kasus covid-19.

Baca Juga :  Disiplin Protokol Kesehatan Terus Diperkuat

“Terpaparnya para tenaga medis itu lantaran akhir-akhir ini banyak pasien terkonfirmasi covid-19 yang datang ke RSUD Blora,”ujar dia.

“Iya memang berasal dari pasien, Karena memang belakangan ini banyak pasien terkonfirmasi covid-19, yang datang ke RSUD Blora. Sampai saat ini pun masih ada yang antri di IGD, karena memang ruang isolasi penuh,” imbuh dia.

Ia pun menyampaikan, untuk mengatasipasi agar tidak bertambah tenaga medis yang terpapar covid-19, pihak rumah sakit untuk sementara membatasi pelayanan kesehatan. “Kami akan membatasi pelayanan, dan jumlah pasien. Selain itu kami juga akan mengatur piket jaga tenaga medis,” imbuh dia,

Baca Juga :  Distribusi Vaksin Sinovac ke Blora Ditunda Hingga Februari, Di Jateng Sementara 3 Daerah

Tak hanya itu, pihaknya tak bosan mengimbau dan mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu disiplin protokol kesehatan dengan menerapkan 3M.

Ia menyebut, jumlah akumulasi 1.630 kasus positif covid-19, dengan rincian 1265 orang sembuh, 20 orang dirawat di rumah sakit, 265 orang isolasi mandiri, dan 79 orang meninggal.

“Semua masyarakat di Blora supaya tetap waspada dan tidak panik, tetapi mengikuti arahan Pemkab Blora tentang Protokol Kesehatan Covid-19. Yaitu mengurangi keluar rumah bila tidak penting, mengurangi berkumpul dengan banyak orang, rajin melakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, meningkatkan stamina tubuh dengan perilaku hidup bersih dan sehat,” tandasnya. Ahmad

Baca Juga :  Infrastruktur Jaringan Internet untuk Mal Pelayanan Publik di Blora Dibenahi