MAGELANG, GROBOGAN.NEWS-Tidak hanya di Candi Borobudur, sebagai langkah antisipasi dampak hujan abu yang berpotensi terjadi jika Gunung Merapi terjadi erupsi, Candi Mendut juga ditutup dengan tarpaulin. Kebijakan tersebut dilakukan oleh Petugas Balai Konservasi Borobudur.

Koordinator Kelompok Kerja Pemeliharaan Kawasan Cagar Budaya Borobudur Bramantara mengatakan selain Candi Borobudur, BKB juga menutup Candi Mendut dan Candi Pawon untuk mengantisipasi erupsi Merapi.

Baca Juga :  Penderita Covid-19 Bertambah 48 Orang, Pasien Dinyatakan Sembuh Bertambah 41 Orang

Proses penutupan badan Candi Mendut oleh petugas dari BKB tersebut mulai dilakukan pada Kamis (26/11) lalu.

“Proses penutupan ditargetkan selesai dalam waktu satu hingga dua minggu karena keterbatasan personel,” katanya, kemarin.
Penutupan bangunan candi yang berada di Desa Mendut Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang dilakukan secara bertahap dari bagian atas Candi Mendut.

Baca Juga :  Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Magelang Bertambah 25 Orang

Dengan menggunakan tangga, petugas BKB naik menuju atas candi, kemudian “terpaulin” dinaikkan, ditarik menggunakan tambang. Penutupan akan dilakukan menyeluruh hingga bagian bawah candi.

Bahan terpaulin tersebut juga digunakan untuk menutup bangunan Candi Borobudur. Kendala yang dihadapi dalam proses penutupan bangunan Candi Mendut, yakni keterbatasan personel di candi itu.

“Penutupan dengan ‘terpaulin’ ini sebagai satu bentuk tanggap bencana jika nanti sewaktu-waktu Gunung Merapi meletus sehingga sejak awal sudah dilakukan antisipasi, terutama jika terjadi hujan abu,” jelasnya.

Baca Juga :  Kedisiplinan Prokes Wajib Ditegakan saat Perayaan Lebaran

Seperti diketahui, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta sejak awal November 2020, menaikkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi dari level II (Waspada) ke level III (Siaga) dengan rekomendasi jarak aman adalah radius lima kilometer dari puncak Merapi. F Lusi