GROBOGAN.NEWS Umum Nasional

Megawati Sebut, Di Tangan Anies Jakarta Amburadul, Ada Apa?

Kondisi Jakarta / pixabay
images 6
Kondisi Jakarta / pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM –
Kondisi DKI Jakarta belakangan dinilai amburadul di tangan Gubernur Anies Baswedan. Penilaian itu dilontarkan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Mengenai penilaian Megawati tersebut, Ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, menjelaskan karena selama di tangan Anies, DKI Jakarta tak ada perubahan ke arah kemajuan.

“Karena banyak program yang sudah dicanangkan Pak Anies sampai tiga tahun pemerintahannya belum dieksekusi,” kata dia saat dihubungi, Kamis (12/11/ 2020).

Program yang dimaksud mulai dari penyediaan hunian layak DP nol rupiah hingga menuntaskan banjir.

Baca Juga :  Komnas HAM Keluarkan Empat Rekomendasi untuk  Kapolri Terpilih

Anies, Gembong menyatakan, menjanjikan tersedianya ratusan ribu unit hunian DP nol rupiah. Namun, hingga kini janji itu tak terealisasi.

Kemudian soal penanggulangan banjir di Ibu Kota. Dalam janji kampanyenya, Anies menjagokan program naturalisasi.

Anies menyerukan tak akan menggusur warga di bantaran kali seperti yang dilakukan mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Sayangnya, kata Gembong, program ini tidak juga berjalan karena koordinasi Anies dengan pemerintah pusat bermasalah. Lagipula, kata dia, Anies tak bisa menghindari penggusuran.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Tiga Klaster Ini Sebagai Sasaran Pencegahan Korupsi

Musababnya, pemerintah mau tak mau harus menata dengan menormalkan kembali ukuran kali. Hal ini mengingat ukuran kali-kali di Jakarta kini tak lagi normal karena banyak warga yang memanfaatkan lahan di bantaran kali untuk pelebaran rumah.

“Kenapa tidak dieksekusi karena Pak Anies gamang. Kenapa gamang karena memang ini sesuai dengan janji kampanye,” ujar dia.

Sebelumnya, Megawati menyebut Jakarta amburadul. Pernyataan ini muncul saat Mega menanggapi penghargaan City of Intellectual berdasarkan hasil riset yang dipimpin Ketua Senat dan Guru Besar UNJ Hafid Abbas.

Baca Juga :  Operasi Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ182 Resmi Dihentikan, Ini Hasil Pencarian selama 13 Hari

www.tempo.co