GROBOGAN.NEWS Demak

Masih Juga Membandel, 37 Warga Wedung Demak Terjaring Operasi Yustisi

Petugas gabungan terdiri dari unsur Satpol PPKabupaten Demak, Koramil serta Polsek Wedung menggelar operasi nonyustisial razia masker di pertigaan Ponco Desa Platar Kecamatan Wedung, Senin (16/11/2020). Foto : Istimewa

DEMAK, GROBOGAN.NEWS-Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan terus digencarkan. Hal itu untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Salah satunya dengan membangun kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

Petugas gabungan terdiri dari unsur Satpol PPKabupaten Demak, Koramil serta Polsek Wedung menggelar operasi nonyustisial razia masker di pertigaan Ponco Desa Platar Kecamatan Wedung, Senin (16/11/2020).

Wakil Kepala Polsek Wedung Ipda Sutrisno menyampaikan, tim yustisi bertugas untuk menegakkan Peraturan Bupati Demak Nomor 68 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

Baca Juga :  Di Desa Jragung Demak, Gubernur Ganjar Tekankan Pentingnya Penanaman Pohon

Perbup ini wajib ditegakkan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di wilayah Demak.

“Sedangkan lokasi, kita tentukan di pertigaan Ponco Kecamatan Wedung yang merupakan jalur utama masyarakat untuk ke kabupaten dan kecamatan tetangga,” jelasnya saat memimpin operasi tersebut.

Disampaikan, dari hasil giat yustisi tersebut, terdapat puluhan orang yang yang masih melanggar protokol kesehatan, dengan tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Dari catatan kami ada 37 (orang) pelanggar protokol kesehatan terdiri dari 29 (orang) pria dan delapan (orang) wanita. Mereka kami berikan sanksi membaca surat pendek 13 orang, mengucap Pancasila 23 orang, menyanyikan lagu nasional satu orang,” jelasnya.

Baca Juga :  Dalam 1,5 Bulan, Layanan SPAN Lapor Terima 212 Aduan

Ditambahkan, kepada para pelanggar diwajibkan membuat surat pernyataan tertulis untuk tidak mengulanginya dan ditandatangani oleh yang bersangkutan.

Pelanggar protokol kesehatan, Rumiatun mengaku malu terjaring razia masker.

“Saya malu pak dihukum mengucap Pancasila, sebab dilihat banyak petugas dan warga yang lewat, untuk selanjutnya saya tidak lupa lagi dan akan terus saya ingat untuk memakai masker,” katanya saat menandatangani pernyataan di depan petugas. Yanti