Aktivitas Kegempaan di Gunung Merapi Masih Relatif Tinggi

Ilustasi Gunung Merapi.
  • Bagikan

MAGELANG, GROBOGAN.NEWS-Aktivitas kegempaan Gunung Merapi masih tinggi sejak statusnya dinaikkan menjadi siaga atau level tiga pada 5 November. Aktivitas kegempaan yang tinggi itu menimbulkan guguran tebing lava lama.

Pengamat Gunung Merapi (PGM) di Pos Babadan Desa Krinjing Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang pada Kamis (26/11/2020) kemarin mencatat sebanyak 506 kali gempa Merapi terjadi. Gempa tersebut didominasi karena guguran material di lereng barat.

Baca Juga :  Capaian Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Magelang Capai 39,41 Persen

“Gempa itu dari guguran sisa kubah lava lama sisi barat,” kata PGM Babadan Yulianto, Jumat (27/11).

Jumlah 506 gempa tersebut meliputi gempa guguran 44 kali, hembusan 122 kali. Kemudian gempa hybrid fase banyak 309 kali dan gempa vulkanik dangkal 33 kali.

Baca Juga :  Capaian Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Magelang Capai 39,41 Persen

Secara visual cuaca sekitar Gunung Merapi terlihat dari Pos Pengamatan Babadan. Asap sulfatara putih membumbung setinggi 50 meter lebih dari puncak gunung aktif ini. Beberapa kali terdengar suara gemuruh dari Merapi yang terdengar dari pos Babadan.

  • Bagikan