GROBOGAN.NEWS Umum Magelang

Pemkab Magelang Nyatakan Tak Buru-buru Gelar Skema Pembelajaran Tatap Muka

Ilustrasi Simulasi pembelajaran tatap muka langsung. Foto : Istimewa

MAGELANG, GROBOGAN.NEWS-Pemerintah Kabupaten Magelang menyatakan tidak terburu-buru menggulirkan kebijakan penerapan skema pembelajaran tatap muka secara langsung.

Saat ini, Kabupaten Magelang belum menjadi wilayah yang masuk zona tidak beresiko tingkat sebaran virus corona atau covid-19 atau masih dalam kategori zona oranye dengan risiko penularan virus corona tingkat sedang.

Atas kondisi tersebut pengambilan kebijakan belajar tatap muka dinilai perlu pertimbangan yang matang, sebab belajar tatap muka secara normal kembali, sulit terealisasi jika tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Terkait wacana siswa sekolah akan kembali melakukan belajar tatap muka pada awal 2021, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Aziz Amin mengaku sedang mempersiapkan desain pembelajarannya. Namun, ia tetap melihat kondisi perkembangan kasus Covid-19.

Baca Juga :  Perpusda Temanggung Kembali Dibuka, Kedisiplinan Kepatuhan Protokol Kesehatan Ditingkatkan

“Tetap kita persiapkan desain pembelajaran tatap muka di awal tahun. Namun tetap melihat kondisi daerah. Tetap mengedepankan keselamatan dan kesehatan peserta didik. Semoga awal Januari 2021 kondisi daerah sudah aman sehingga dapat dimulai pembelajaran tatap muka,” ucap Aziz, kemarin.

Selain itu terkait antisipasi tanggap bencana Gunung Merapi, ada sekitar 30 sekolah SD dan SMP di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang, yang ditunjuk menjadi tempat pengungsian. Menurut Aziz, hal itu juga menjadi pertimbangan pihaknya.

Baca Juga :  36 Desa Di Purworejo Dapatkan Sertifikat ODF

“Ya, tentu, banyak pertimbangan yang perlu dikaji, salah satunya adanya sebagian satuan pendidikan yang dipersiapkan untuk tempat pengungsian, nanti akan dibuat beberapa desain pembelajaran, disesuaikan dengan situasi dan kondisi,” terang Aziz.

Meskipun demikian, harapan Aziz, erupsi Gunung Merapi tidak menjadi bencana yang besar, sehingga siswa dapat segera melakukan belajar tatap muka.

“Yang dipakai saat ini baru SD Ngrajek, adapun sekolah yang lain baru sebagai persiapan. Harapannya apa yang kita khawatirkan tidak terjadi, Merapi tidak erupsi,” tandas Aziz. F Lusi