Ada Kemungkinan Tarif Iuran BPJS Kesehatan Naik

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto / tempo.co
  • Bagikan
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto / tempo.co

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS  – Ada kemungkinan tarif iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan bisa naik, demi membuat program berbasis Kebutuhan Dasar Kesehatan (KDK).

Hal itu dikatakan oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Menurut Terawan, pemerintah harus meninjau ulang manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar berbasis KDK dan menerapkan rawat inap kelas standar.

Baca Juga :  Ironis! 82 Persen Koruptor yang Ditangkap KPK Lulusan Perguruan Tinggi

Hal tersebut diamanatkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) 64/2020 tentang Jaminan Kesehatan. Ia menilai amanat Perpres itu akan memengaruhi besaran iuran BPJS Kesehatan karena manfaat yang diberikan belum mengacu ke KDK dan masih terdapat pembagian kelas peserta.

Alhasil, perlu terdapat penyesuaian iuran saat menerapkan KDK dan kelas standar.

Baca Juga :  Satu dari 7 Saksi Kasus Korupsi Perum Perindo Tewas di Ruang Sidang Kejagung

“Adanya amanat dalam Perpres 64 tahun 2020 tentang peninjauan ulang manfaat JKN agar berbasis kebutuhan dasar kesehatan dan penerapan rawat inap kelas standar akan berkonsekuensi pada perubahan iuran JKN sehingga perlu adanya penyesuaian bersaran iuran,” kata Menkes Terawan, Selasa (24/11/2020).

Baca Juga :  Kapolri Bakal Tindak Tegas Anggotanya yang Lakukan Pelanggaran Saat Bertugas

Ia menjelaskan penyusunan iuran tersebut akan melibatkan sejumlah lembaga dan Kementerian.

“Penyusunan iuran JKN dalam rangka penyesuaian iuran dikoordinir oleh Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) dengan mempertimbangkan masukan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan,” ujar Terawan.

  • Bagikan