KENDAL, GROBOGAN.NEWS-Pelatihan Water Rescue relawan Baznas Tanggap Bencana (BTB) Kendal yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kendal bersama Basarnas Semarang resmi berkahir.

Penutupan yang dilakukan di Pantai Indah Kemangi itu dihadiri oleh orang nomor satu di jajaran Kdim 0715/Kendal. Pelatihan itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas dan profesionalitas dalam mengahadi bencana.

Dandim 0715/Kendal Letkol Inf Iman Widhiarto menyampaikan, pelatihan  Water Rescue bagi relawan Baznas Tanggap Bencana (BTB) memiliki arti yang sangat penting karena potensi kedaruratan disuatu daerah tidak dapat ditebak.

Baca Juga :  Cara Unik Sosialisasi Petasan dengan Kampanye Kenakan Kostum dan Make Jadi Hantu di Perempatan di Batang

Dandim juga berharap melalui pelatihan potensi SAR tersebut dapat membentuk sumber daya manusia potensi SAR yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dibidang teknik penyelamatan di permukaan air. Kemudian dapat meningkatkan respon time dalam pelayanan jasa SAR.

Baca Juga :  Prosesi Pemakaman Veteran Sebagai Wujud Penghormatan  

“Sehingga potensi SAR harus senantiasa siap dan waspada, khususnya saat terjadi musibah perairan di wilayah perairan Kabupaten Kendal,” ungkap Dandim 0715/Kendal.

Sementara itu, Subag Administrasi, SDM dan Umum, Baznas Kendal Ahmad Zakiyudin mengatakan,  selama pelatihan Water Rescue yang telah berlangsung selama 3 hari dan berakhir pada 25 November, relawan mendapatkan materi tentang pengenalan alat hingga cara mengevakuasi korban.

“Pengenalan alat untuk evakuasi ii penting.pengenalan alat-alat yang digunakan untuk mengevakuasi, dan praktek teknik-teknik untuk menolong orang tenggelam,” jelas Zakiyudin, Sabtu (28/11).

Baca Juga :  Kapolri Tegaskan Sudah Banyak Kendaraan Pemudik Diputar Balik, Bersama Ketua DPR Menteri Perhubungan dan Panglima TNI, Kapolri Tinjau Gerbang Pos Pejagan

Pengenalan alat untuk evakuasi masuk menjadi bagian dari materi pelatihan. Seperti jaket pelampung, perahu karet LCR, Ring Bouy, Water Defends, dan Water Trepen. Adapun materi yang diberikan adalah praktek memberi pertolongan kepada pihak korban, melakukan pencarian, dan simulasi menyelamatkan korban tenggelam. P Wanto