GROBOGAN.NEWS Umum Magelang

Pelari Virtual Harus Tetap Patuhi Protokol Kesehatan, Gubernur Ganjar : Elite Race Borobudur Marathon 2020 Catatkan Sejarah Perlombaan Marathon di Dunia,

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan event Borobudur Marathon 2020, Sabtu (14/11/2020) secara virtual. Foto : Istimewa

MAGELANG, GROBOGAN.NEWS-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan event Borobudur Marathon 2020, Sabtu (14/11/2020) secara virtual.

Begitupula dalam pelaksanaannya, sekalipun digelar sunyi tanpa penonton, para peserta Elite Race Borobudur Marathon 2020 dipastikan akan tetap mendapat dukungan saat berlari.

Para peserta Elite Race Borobudur Marathon 2020 akan difasilitasi mendapatkan dukungan secara virtual.

Panitia juga telah menyediakan tiruan penonton untuk menghibur mereka. Event ini akan diikuti 26 pelari elite dan 9.090 pelari virtual.

Penyelenggaraan Borobudur Marathon ini akan jadi sejarah karena dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.

“Saya yakin penyelenggara dan semua pendukung yang terlibat mengalami banyak dinamika dalam persiapan ini. Tetapi saya juga yakin bahwa penyelenggaraan Borobudur Marathon 2020 dapat menjadi sejarah bagi perlombaan marathon baik di Indonesia maupun di dunia,” terang Ganjar.

Baca Juga :  Ketersediaan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 Masih Aman, Pasien Covid-19 Tambah 29, Pasien Sembuh Bertambah 59 Orang

“Bagaimana kita tetap bisa berlari di tengah pandemi dan menjaga roh event Borobudur Marathon 2020 tetap terjaga,” kata Ganjar dalam konferensi pers secara virtual.

Konferensi pers berlangsung di Hotel Plataran Heritage dihadiri Liem Chi An selaku Ketua Yayasan Borobudur Marathon, Hanawijaya, Direktur Bisnis Retail dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng, serta Budiman Tanuredjo selaku Wakil Pemimpin Harian Kompas.

Dalam kesempatan itu, Ganjar berpesan kepada para pelari virtual, untuk tetap menjaga protokol kesehatan saat berlari dan tidak diperbolehkan bergerombol.

Budiman Tanuredjo menyampaikan, 2020 bukanlah tahun yang mudah bagi semua orang.

Baca Juga :  Inilah Program Penataan Jalur Aksis Budaya di Kabupaten Magelang, Jalur Candi Mendut dan Candi Pawon Telah Terhubung

Adanya pandemi Covid-19 membuat banyak orang harus beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat, tanpa terkecuali warga di Magelang.

Borobudur Marathon 2020 mengusung semangat Kembali Ke Magelang, yang membawa pesan untuk terus menjaga eksistensi Magelang, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dunia.

“Mungkin saat ini kita belum bisa bertemu di Magelang, namun ketika saatnya nanti, Kita bisa #KembaliKeMagelang dan berlari bersama,” katanya.

Borobudur Marathon 2020 diselenggarakan dengan konsep yang berbeda dari biasanya yaitu kombinasi antara virtual run dan elite race.

Keputusan diselenggarakannya Borobudur Marathon dengan format ini diambil dengan penuh pertimbangan.
Bank Jateng tahun ini tetap mendukung Borobudur Marathon untuk tetap berjalan.

Baca Juga :  Pelantikan Kepala Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah Magelang, Pendidikan Karakter Tanamkan dan Perkuat Sikap Sopan Santun pada Generasi Muda

“Kami ingin nama Magelang tetap eksis dan memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat melalui Borobudur Marathon,” kata Hanawijaya.

Sedangkan Lim Chi An mengaku optimistiss penyelenggaraan ini merupakan titik balik sehingga Borobudur Marathon bisa menjadi lebih besar lagi, dan berharap masyarakat di Magelang juga siap menerima. F Lusi