GROBOGAN.NEWS Umum Pantura

28 KPM Kota Pekalongan Mundur dari PKH Kemensos

Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz SE.

PEKALONGAN, GROBOGAN.NEWS-Sebanyak 28 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara telah mengundurkan diri dari kepersertaan Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial.

Pemerintah Kota ( Pemkot) Pekalongan mengapresiasi kepada para penerima manfaat yang telah secara jujur melaporkan dan mengundurkan diri dari PKH.

Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz SE, di Aula Kelurahan Bandengan, belum lama ini.

Baca Juga :  Pria Usia 62 Tahun di Pemalang Jadi Korban Keganasan Tawon Vespa, Diserang saat Mencari Rumput. Sempat Berteriak 'Ya Allah Ya Allah'

Wali Kota Saelany menyampaikan, hal ini dapat menjadi contoh bagi KPM PKH yang lain. Apabila mereka sudah merasa mampu dengan kesadaran dan inisiatif sendiri dapat mengundurkan diri dari program PKH.

“Pemkot sangat mengapresiasi, haknya nanti akan kami berikan kepada mereka yang memang  betul-betul membutuhkan, dari 28 KPM PKH ini merupakan pahlawan yang bisa menjadi contoh bagi yang lain sehingga dapat mandiri dan sejahtera,” kata Saelany.

Baca Juga :  Fadia-Riswadi Segera Pimpin Kabupaten Pekalongan

Saelany juga berharap masyarakat Kota Pekalongan ekonominya tidak terpuruk di tengah pandemi Covid-19, masyarakat bisa bangkit dan bertahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Semoga Kota Pekalongan semakin sejahtera, angka kemiskinan semakin menurun. Semoga segala usaha mereka dimudahkan oleh Allah Swt,” pungkas Saelany.

Sementara itu, Lurah Bandengan, Mohamad Abidin AMd mengungkapkan bahwa hingga tahun 2020, di Kelurahan Bandengan ada sekitar 41 KPM PKH yang mengundurkan diri secara suka rela. Ia mengaku bangga, sebab dengan kesadaran diri secara jujur melaporkan untuk mengundurkan diri dari PKH.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19, Biaya Umrah Naik Jadi Rp26 Juta

“Hari ini jumlah yang mengundurkan ada 28 orang di Bulan November. Bulan Maret-Oktober, ada sekitar 12 orang yang juga mengundurkan diri dari program PKH,” tutur Abidin. Frieda