GROBOGAN.NEWS Umum Pantura

Mengenal Tanaman Porang di Rembang Jadi Komoditas Ekspor ke Vietnam, Pemprov Jateng Beri Dukungan ke Pemkab Rembang

Kabid Penyuluhan Pasca Panen dan Bina Usaha (P2BU) Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah saat melepas secara simbolis ekspor iles-iles ke Vietnam, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sedan, pada Kamis (12/11), kemarin. Foto : Istimewa

REMBANG, GROBOGAN.NEWS-Tanaman umbi-umbian jenis porang saat ini tengah popular di masyarakat di Indonesia.

Hal itu lantaran kisah sukses petani di desa Kepel, Jawa Timur berhasil menjadi miliader karena bisnis ekspor porang.

Porang atau dikenal juga dengan nama iles-iles adalah tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphophallus muelleri.

Manfaat porang ini banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, selain juga untuk pembuatan lem dan “jelly” yang beberapa tahun terakhir kerap diekspor ke negeri Jepang dan negara lainnya.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Rembang ikut mendukung Provinsi Jawa dalam mengekspor komoditas porang putih (Konjac putih) atau iles-iles ke Vietnam.

Kabid Penyuluhan Pasca Panen dan Bina Usaha (P2BU) Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Farid Mufti menyampaikan, porang sampai saat ini masih menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Jawa Tengah. Kebutuhan porang di Jawa Tengah juga masih cukup tinggi.

Baca Juga :  Santri Gayeng Nusantara Terus Berbagi kepada Masyarakat Kurang Mampu

“Kebutuhan porang di Jawa Tengah ini per bulan 200 ton,” terang Farid saat melepas secara simbolis ekspor iles-iles ke Vietnam, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sedan, kemarin.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang Agus Iwan Haswanto menuturkan, akan mendukung pembudidayaan iles-iles tersebut. Mengingat, pangsa pasarnya masih terbuka luas untuk ekspor. Iles-iles dapat digunakan untuk bahan makanan, kosmetik, dan lem.

Disampaikannya lebih detail, saat ini iles-iles masih didapatkan dari mbolang atau masih tumbuh liar di berbagai wilayah Rembang. Masih sedikit sekali orang yang membudidayakan.

Baca Juga :  13 Sekolah di Kabupaten Pekalongan Gelar Uji Coba PTM, Kedisiplinan Prokes Jadi Pondasi

“Tadi saya meminta Mas Desti (Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura) dan teman-teman PPL yang membidangi untuk segera mengkalkulasi berapa kapasitas sesungguhnya di Rembang. Kemudian lahan yang potensial untuk porang. Kami harus mengambil peran aktif, mendorong petani kita untuk menjajaki porang putih ini,” ujarnya.

Mitra eksportir iles-iles dari Sedan, Achmad Shobirin menyebutkan, iles-iles yang diekspor pada Kamis (12/11/2020) kemarin sebanyak 15 ton. Dari 15 ton itu, iles-iles dari Rembang kisaran 10 persennya, sedangkan sisanya dari berbagai kota di Jawa Tengah.

Ia juga menjelaskan, permintaan iles-iles untuk ekspor sangat besar, yakni sekitar 500 ton per bulan, dalam bentuk chips atau yang kering dan sudah di iris tipis. Sementara Rembang, baru mampu menyuplai 7 ton per minggu.

Baca Juga :  Santri Gayeng Nusantara Terus Berbagi kepada Masyarakat Kurang Mampu

“Iles-iles Rembang sendiri ini didapat dari Gunem, Woro, Sumber, ada yang dari gunung sebelah Desa Nggedur, yang lain masih banyak liaran. Kalau yang budi daya masih belum panen, dipanen mungkin musim depan ini, sekitar satu sampai tiga hektare,” terangnya.

Ia juga menambahkan saat ini di Kabupaten Rembang sebenarnya telah ikut menyuplai porang putih ini sudah lama. Tanaman jenis umbi-umbian ini dapat tumbuh di bawah tegakan, atau bagus di tanah yang marginal dan dapat dipanen minimal tujuh bulanan setelah ditanam.

“Untuk harga jualnya, lanjutnya, satu kilogram iles-iles dalam bentuk chip kering atau dioven Rp20 ribu hingga Rp23 ribu. Yang paling rendah harga jual Rp12 ribu per kilogram,” tandasnya. Ikhsan