Masuk Wilayah PPKM Level III, Inilah Kisah Perjuangan Bupati Grobogan Agar Dapatkan Tambahan Kuota Vaksin Covid-19

Bupati Grobogan Sri Sumarni. Foto : Doc
  • Bagikan

PURWODADI, GROBOGAN.NEWS-Wilayah Kabupaten Grobogan telah kembali berstatus pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level III.

Penentuan level PPKM merujuk Instruksi Menteri Dalam Negeri atau Inmendagri Nomor 47 Tahun 2021, status Kabupaten Grobogan naik menjadi PPKM level III.

Sebelumnya, status Kabupaten Grobogan bertahan pada PPKM level II, sejak awal September 2021.

Baca Juga :  Pedagang hingga Pelajar di Grobogan Sambut Gembira Kehadiran Bus Trans Jateng  

Kendati demikian, Pemkab Kabupaten Grobogan menandaskan jika salah satu indikator dalam penentuan level PPKM suatu daerah dalam pencapaikan vaksinasi.

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan dr Slamet Widodo. Ia menyebutkan, hingga saat ini saat ini pencapaian total vaksinasi Covid-19 dosis satu di Kabupaten Grobogan baru 361.412 orang atau 31,70 persen.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Rabu, 20 Oktober 2021: Sebagian Wilayah di Jawa Tengah Diperkirakan Cerah dan Berawan. Grobogan dan Demak Berawan dan Hujan Ringan

“Sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) untuk bisa turun ke level 2, salah satunya syaratnya adalah pencapaian total vaksinasi Covid-19 dosis satu, minimal 50 persen,” terang dia, saat dikonfirmasi pada Kamis (7/10/2021).

“Selanjutnya, untuk pencapaian vaksinasi khusus lanjut usia (lansia) atau usia di atas 60 tahun minimal 40 persen,” imbuh Slamet Widodo lebih lanjut.

Baca Juga :  Fakta dari Temuan Mayat Wanita Terbungkus Plastik Ditemukan di Hutan Grobogan. Berstatus Janda Miliki Satu Anak

Slamet menambahkan, perubahan status tersebut bukan karena meningkatnya kasus Covid-19, melainkan target vaksinasi yang belum tercapai.

“Jadi salah satu indikator untuk penentuan level PPKM suatu daerah adalah pencapaian vaksinasi,” sambung dia.

Kerja Keras untuk Dapatkan Tambahan Kuota Vaksin

  • Bagikan