Tragis, Pria Asal Lampung Ini Bunuh Ayah Kandungnya dengan Balok Kayu

Ilustrasi mayat / pixabay
  • Bagikan

LAMPUNG, GROBOGAN.NEWS – Kasus kekerasan yang sadis terjadi di Lampung. Seorang anak tega menggampar kepala ayahnya dengan balok kayu sampai tewas.

Lebih tragisnya, si anak itu menjerat leher ayahnya yang sudah tak berdaya, lalu menggantungnya, untuk mengelabuhi seolah-oleh korban bunuh diri.

Korban bernama  M Yamin (76)  dan pelaku yang tak lain adalah anak kandungnya bernama Ubay (35), dan terjadi di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.

Baca Juga :  Aksi Teror Bom ISIS Terhadap Masjid di Afganistan Dikejam Dewan Keamanan PBB

Korban sendiri merupakan warga asal Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat.

Sementara Ubay, merupakan warga Desa Kedondong, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung.

Awalnya, kematian Yamin  dilaporkan karena tindakan bunuh diri.  Namun, petugas mengendus adanya kejanggalan yang pada akhirnya membongkar peristiwa pembunuhan yang dilakukan anak kandung.

Ubay merupakan anak kandung dari Muhammad Yamin yang berada di kediaman Ubay sejak lima bulan sebelumnya.

Baca Juga :  Final Piala Thomas. Indonesia Tantang China setelah Kandaskan Denmark

Kapolsek Kedondong AKP Amin Rusbahadi mengungkapkan pembunuhan itu dilakukan dengan cara memukul korban dengan satu unit alat serutan es yang terbuat dari kayu balok warna cokelat.

Kayu itu dengan tempelan fiber warna hijau dibungkus plastik bening mengenai bagian belakang kepala korban hingga korban jatuh.

“Ketika korban jatuh, pelaku mengambil seutas tali rafia berwarna hitam lalu menjerat leher korban hingga korban meninggal dunia,” ungkap Amin mewakili Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga :  Ratusan Laporan Kasus Pinjol Ilegal Masuk ke Bareskrim Polri

Tidak sampai disitu, pelaku Ubay menggantung korban dengan menggunakan tali rafia dengan mengikat leher korban.

Lalu pelaku menggantungnya di kaso atap genteng rumah di bagian dapur rumah pelaku.

Upaya itu dilakukan untuk menyamarkan perbuatan Ubay, agar kematian ayahnya seolah-olah mengakhiri hidupnya sendiri.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 26 September 2021 pukul 14.30 WIB.

  • Bagikan