Presiden Jokowi Tegas Menolak Amandemen UUD 1945

Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo. Foto : Istimewa
  • Bagikan

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak rencana amandemen UUD 19945, baik secara terbuka maupun secara terbatas.

Hal itu diungkapkan oleh Sekjen PBB, Affriansyah Ferry Noor usai pertemuan Jokowi dengan para petinggi partai politik di Istana Kepresidenan, Rabu (1/9/2021).

Baca Juga :  UU ITE Jadi Dasar Luhut dan Moeldoko Laporkan Aktivis ke Polisi

Menurut Ferry, alasan penolakan Jokowi itu lantaran tidak mau disalahkan seolah-olah ia ingin menjabat presiden selama tiga periode.

“Soal amandemen ini beliau menjawab, saya atau pemerintah tidak akan melakukan amandemen, baik terbuka maupun terbatas. Saya tidak mau disalahkan seolah-olah saya mau 3 periode, atau diperpanjang,” kata Ferry, Jumat (3/9/2021).

Baca Juga :  Pendukung Jokowi di Jatim Dukung Ganjar, Relawan Puan Yakin Rekomendasi Tetap ke Puan

Ferry menuturkan bahwa Jokowi mempersilahkan jika pihak MPR ingin mengajukan amandemen UUD 1945. Namun Jokowi menekankan bahwa ia tidak ingin terlibat dalam amandemen UUD 1945 tersebut.

“Beliau mengatakan ‘kalau saya yang mengajukan, ya repot. Kalau pihak MPR atau senayan sana mau mengajukan ya silahkan saja. Saya tidak terlibat hal ini,’” tambah Ferry.

Baca Juga :  Pemerintah Siap Melakukan Penguatan Terhadap Sektor Ekonomi Syariah

Halaman:
1   2   Show All

  • Bagikan