GROBOGAN.NEWS Solo

Klaten Siapkan Tempat Isolasi Terpusat Tingkat Kecamatan

Bupati Klaten Sri Mulyani.

KLATEN, GROBOGAN.NEWS-Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Klaten masih terjadi.

Saat ini, Bupati Klaten Sri Mulyani telah menggulirkan kebijakan strategis guna mengantisipasi penambahan kasus Covid-19 yang kian bertambah.

Saat ini, Bupati Klaten pun telah meminta para camat di wilayahnya, segera menyiapkan isolasi terpusat di 26 kecamatan.

Langkah ini merupakan respon terhadap lonjakan Covid-19 di wilayah tersebut yang sepekan terakhir menyentuh angka kumulatif 14.457 kasus.

Instruksi tersebut disampaikannya pada Rakor Penanganan Covid 19 di Pendopo Agung Setda Klaten, belum lama ini.

Bupati memerintahkan agar segera disiapkan lokasi, sarana prasarana kesehatan, dan operasionalnya, dengan melibatkan tenaga medis maupun potensi masyarakat.

“Dengan adanya kasus ini, kita harus mengambil tindakan memaksimalkan isolasi terpusat di tingkat kecamatan. Kriteria lokasi diusahakan jauh dari lingkungan masyarakat. Perhatikan segi kenyamanan, untuk menghindari kontak erat dengan masyarakat yang sehat,” jelasnya.

Baca Juga :  Polisi dan Satgas Covid-19 Sambungmacan Sragen Bubarkan Hajatan, Karena Berlangsung Terlalu Lama

Kemudian untuk memenuhi sarana dan prasarana isolasi terpusat yang masih kurang, Sri Mulyani meminta camat berperan aktif mencari solusi mengatasi kendala tersebut. Salah satunya dengan menggerakan semangat gotong royong.

“Di situ (kecamatan) ada desa, ada orang mampu, ada perusahaan. Manfaatkan sistem gotong royong,” ujarnya.

Setiap desa, imbuh bupati, bisa membantu dua tempat tidur. Upayakan fasilitasi sesuai kebutuhan tempat isolasi.

“Undang kepala desa dan setiap desa di Klaten pasti ya ana wong sugih atau orang mampu. Pasti bisa dan mau kalau diajak rembugan menyiapkan isolasi terpusat. Jadi isolasi terpusat tidak hanya sekadar setor lokasi, tapi bagaimana dari teknisnya nanti tidak membuat para pasien positif corona ini tidak mlayu nyangdi-nyangdi (lari ke mana-mana),” tegas bupati.

Baca Juga :  PPKM Level 4 di Sukoharjo Belum Berdampak Signifikan, Kasus Positif Covid-19 dan Kasus Meninggal Masih Terus Bertambah

Pada kesempatan tersebut, Sri Mulyani juga menyorot rendahnya disiplin masyarakat, utamanya di wilayah pelosok, untuk mematuhi aturan. Padahal sudah dibuat regulasi melalui Surat Edaran Bupati.

“Saya minta tolong kepada camat untuk mengumpulkan seluruh kepala desa, agar Jogo Tonggo-nya dimaksimalkan. Kalau perlu kita datangi dan segera membuat isolasi terpusat di daerah tersebut. Kita ambil orang di daerah dengan kasus yang banyak dan kita tempatkan di isolasi terpusat. Isyaallah efek jera masyarakat kita akan ada,” ujar Sri Mulyani.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten Ronny Roekmito menerangkan, ada empat faktor pengungkit penyebab lonjakan kasus Covid-19. Faktor ini penting dipahami sebagai bahan evaluasi.

Yang pertama, katanya, efek libur lebaran, di mana mobilitas masyarakat meningkat tajam. Kedua, ditengarai adalah varian baru yang masuk ke Indonesia penyebarannya lebih cepat dan dampaknya yang besar.

Baca Juga :  Kasus Baru Covid-19 di Sukoharjo Bertambah 82 Orang, Sembuh 70 Orang

“Ketiga yang tidak kita rasakan adalah euforia (kegembiraan) pascavaksin. Jadi setelah menerima vaksinasi, beberapa masyarakat merasa kebal sudah merasa imunitasnya tinggi, sehingga abai terhadap protokol kesehatan. Dan keempat adalah kejenuhan masyarakat dalam menghadapi situasi (pandemi) Covid ini,” terang Ronny.

Terkait ketersediaan tempat isolasi terpusat tingkat kecamatan, Ronny menyampaikan, beberapa kecamatan sudah siap menyediakan tempat isolasi.

Namun di sisi lain, masih ada beberapa kecamatan yang belum bisa menyediakan karena terkendala sarana prasarana berupa kasur dan MCK.

“Kita akan terus pantau kesiapan di lapangan. Kesulitan yang ada agar para camat segera lapor. Nanti kita coba carikan solusinya. Kata kunci kita, harus kerja bareng dan tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat,” pesannya.RIS