GROBOGAN.NEWS Solo

Info Penting ! Selama PPKM Darurat, Klaten Tutup Jalan Protokol Mulai Pukul 16.00 WIB

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke sejumlah ruang jalan di Klaten. Istimewa

KLATEN, GROBOGAN.NEWS-Aparat gabungan di Kabupaten Klaten menggelar apel kesiapan pelaksanaan PPKM Mikro Darurat, Sabtu (3/7/2021).

Apel dilaksanakan di Mapolres Klaten yang diikuti oleh personel Polres, Kodim 0723, Satpol PP dan Dishub.

Wakil Bupati Yoga Hardaya, saat memimpin apel bersama Dandim 0723 Letkol Inf Joni Eko Prasetyo dan Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu.

Seperti diketahui, Klaten diberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro Darurat. Kebijakan tersebut diambil pemerintah setelah kasus Covid-19 melonjak dalam beberapa hari terakhir. PPKM Darurat akan berlaku mulai 3 hingga 20 Juli 2021.

“Saat ini PPKM Mikro Darurat diberlakukan di pulau Jawa dan Bali, termasuk juga berlaku untuk Klaten, karena Klaten masuk dalam kategori level 4,” ungkap Yoga Hardaya.

Beberapa hal yang berbeda di masyarakat saat diberlakukan PPKM Mikro Darurat diantaranya adalah larangan kegiatan yang menimbulkan kerumunan seperti hajatan dll, larangan makan di tempat bagi warung makan dan pembatasan aktifitas masyarakat maksimal pukul 20.00 WIB.

Baca Juga :  144 Lansia di Tanon Sragen Antusias Ikuti  Vaksinasi Covid-19, Bahkan Ada yang Sampai Dibopong Satgas

Pembatasan-pembatasan aktifitas masyarakat ini tentunya membutuhkan kesiapan personel dan sarana prasarana penunjang lintas sektoral secara cermat dan matang agar tujuan akhir dari PPKM Darurat yaitu untuk menekan laju penyebaran Covid-19 dapat tercapai.

Dengan apel kesiapan ini, Yoga berharap pelaksanaan PPKM Mikro Darurat di Klaten dapat terlaksana dengan baik dan berhasil menekan laju penyebaran Covid-19 tanpa ada ekses negatif.

Hal senada diungkapkan Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Joni Eko Prasetyo yang mengatakan bahwa dalam pemberlakuan PPKM Mikro Darurat nantinya aparat akan berhadapan langsung dengan masyarakat. Untuk itu dibutuhkan ekstra tenaga, ekstra pikiran sekaligus ektra pengendalian diri bagi para petugas di lapangan.

“Selama 20 hari ke depan mungkin kita akan bekerja 24 jam. Kita akan lebih melakukan penetrasi kepada masyarakat. Lakukan pendekatan secara humanis tetapi tegas jangan ada kontak fisik. Kendalikan emosi. karena masyarakat ini adalah bagian dari korban virus yang harus kita selamatkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo Masih Jauh dari Target

Sementara itu Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepumengatakan bahwa pihaknya bersama-sama instansi terkait akan melakukan beberapa kegiatan dalam PPKM Mikro Darurat.

Diantaranya operasi yustisi protokol kesehatan, patroli gabungan penertiban warung atau tempat usaha yang masih buka diatas pukul 20.00 WIB, penutupan jalan protokol Kota Klaten pada pukul 16.00 WIB dan penyekatan di perbatasan terhadap pengendara yang akan memasuki wilayah Klaten.

“Aktifitas di Jalan Pemuda akan kita batasi. Caranya pukul 16.00 WIB, jalan akan kita tutup baik yang arah Solo maupun Jogja. Semua kita alihkan semua ke jalan lingkar. Kemudian hari ini di Prambanan kita akan melakukan penyekatan, pemeriksaan warga yang akan masuk ke Klaten. Tentunya akan kita periksa apakah sudah pernah diswab, pernah divaksin. Akan kita cek juga keperluan apa melintas,” paparnya.

Baca Juga :  Peserta Vaksinasi di Desa Kecik, Tanon Sragen Lebihi Kuota

Kegiatan olahraga tak luput dari perhatian dalam PPKM Mikro Darurat ini. Kapolres mewanti-wanti agar kegiatan olahraga tidak menimbulkan kerumunan, termasuk kegiatan bersepeda.

Kapolres menambahkan bahwa apa yang dilakukan petugas gabungan ini adalah demi keselamatan masyarakat.

Masyarakat diminta ikut mendukung PPKM Mikro Darurat dengan mentaati instruksi pemerintah. Bagi yang tidak taat ataupun melawan petugas pihaknya tak segan-segan menerapkan sanksi mulai dari surat peringatan, menyita kursi warung hingga pidana sebagaimana tertuang dalam UU Karantina Kesehatan dan KUHP tentang melawan petugas.

“Bisa kita ambil misalnya kursinya apabila sudah diperingatkan tapi masih melanggar. Tentunya bisa apabila ada yang nekat menyelenggarakan kegiatan yang melanggar protokol kesehatan, kemudian sudah diingatkan tetapi nekat melaksanakan maka akan kita  tindak  secara pidana yaitu dengan UU Wabah Penyakit, UU Karantina Kesehatan. Apabila melawan petugas akan kita tindak dengan KUHP di pasal 212 sd 218 KUHP,” pungkasnya. Prabowo