GROBOGAN.NEWS Semarang

Teror Begal Payudara Terjadi di Sebuah Gang Sempit Kota Semarang

Pelaku begal payudara terekam CCTV saat melakukan aksinya di RT 1 RW 8, Gang Ciptosari, Kalicari, Pedurungan, Kota Semarang, pada Rabu (23/6/2021) kemarin. Istimewa

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Fenomena begal payudara masih terjadi di wilayah Kota Semarang.

Kali ini, pelaku begal payudara terekam CCTV saat melakukan aksinya di RT 1 RW 8, Gang Ciptosari, Kalicari, Pedurungan, Kota Semarang, pada Rabu (23/6/2021) kemarin.

Teror begal payudara pun masih menghantui para perempuan di Kota Semarang. Tak tanggung, kali ini ada tiga perempuan dalam satu kawasan pemukiman di gang sempit menjadi korban.

Kejadian itu terjadi di RT 1 RW 8, Gang Ciptosari, Kalicari, Pedurungan, Kota Semarang.

Di kawasan pemukiman itu ada tiga korban perempuan terdiri dari seorang emak-emak, mahasiswa, dan pelajar SMP.

Parahnya, pelaku adalah orang yang sama.

“Ya betul di sini ada tiga korban.  Kalau dua korban masing-masing emak-emak dan pelajar SMP baru saja terjadi kemarin, Selasa (23/6/2021) pukul 12.30 WIB.  Satu korban lainnya menimpa mahasiswi terjadi Oktober 2020 kemarin,” ujar warga setempat.

Dari ketiga kasus begal payudara itu, pelaku sama yakni pria gendut bertubuh tinggi. Motor yang dikendarai pelaku juga sama yaitu motor Supra 125 pelat H5469AJE.

“Satu kasus yang menimpa mahasiswi pelaku naik motor beda berupa Scoppy cokelat tanpa pelat nomor,” imbuhnya.

Dia mengatakan, kejadian itu akan dilaporkan ke pihak kepolisian lantaran sangat meresahkan.

“Ya rencana akan kami laporkan,” ungkapnya.

Sementara itu, korban begal payudara S (23) mengaku, mengalami pelecehan seksual tersebut saat sedang duduk di kursi pinggir jalan tak jauh di kos tempat tinggalnya.

Ketika kejadian dia sedang momong anak laki-lakinya. Dia awalnya tak menaruh curiga dengan pelaku yang melintas di depannya.  Pelaku lantas memutar arah tak jauh dari tempatnya duduk.  Dia mengira pelaku hendak bertanya alamat.  Ternyata saat mendekat pelaku memegang bagian dadanya.

Sontak dia syok dan bingung.

“Saya kaget dan tak sempat berteriak,” paparnya.

Selepas kejadian itu, dia sempat bercerita dengan suaminya perihal pelecehan seksual tersebut. Bahkan dia sempat menangis karena tak menyangka akan mendapat aksi pelecehan oleh pria tak dikenal.

“Tentu trauma ga berani duduk sendirian di pinggir jalan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, masih mengingat ciri-ciri pelaku teror kejahatan seksual itu. Pelaku begal payudara mempunyai badan gemuk dan berjenggot.

Selain itu, korban juga menggunakan sepeda motor berwarna merah untuk melancarkan aksinya.

“Dia saat itu juga tak pakai masker, saya baru satu kali saja melihat wajah pelaku,” katanya.

Tak puas hanya menyasar satu korban, pelaku begal payudara juga memutar arah dengan melewati jalan Medoho Raya menuju Jalan Arteri yang masih di kawasan pemukiman tersebut.

tribunnews