GROBOGAN.NEWS Solo

Terjunkan 22 Personel Khusus, Polres Sragen Siap Kukut Semua Preman

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Lutfhi (kiri) saat mendengarkan paparan dari Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi dalam kunjungan ke exit tol Pungkruk Sragen, Rabu (12/5/2021) / Foto: Wardoyo

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS Menindaklanjuti instruksi dari Kapolri, sebanyak 22 personel tim khusus dari Polres Sragen menjalankan operasi pemberantasan premanisme.

Operasi tersebut sudah dimulai Minggu (13/6/2021) kemarin dan akan digelar seterusnya dengan sasaran segala bentuk aksi premanisme dan pemalakan yang meresahkan masyarakat maupun pengusaha.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi mengatakan tim khusus itu terdiri dari personel lintas fungsi seperti Sat Sabhara, Sat Binmas untuk pembinaan dan Satreskrim untuk penegakan hukum.

Mereka sudah diterjunkan sejak kemarin untuk melakukan operasi pemberantasan premanisme di wilayah Sragen.

Untuk hari pertama kemarin, ada 3 oknum pengamen dan pak ogah yang sudah diamankan di Polres Sragen.

“Kita sudah bentuk tim khusus. Melibatkan 22 personel yang akan terjun setiap hari. Sampai seterusnya untuk melakukan patroli dan pemberantasan segala tindak premanisme,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (14/6/2021).

Baca Juga :  10 Hari Sakit Tak Ada yang Merawat, Pria Warga Ngrampal Sragen Ini Ditemukan Tewas di Rumahnya Tepat di Hari Idul Adha

Kapolres menguraikan operasi premanisme ini akan menyasar segala bentuk tindakan yang mengarah pada pemerasan dan premanisme.

Seperti di persimpangan jalan yang mengatur lalu lintas dan meminta uang secara paksa. Nantinya oknum-oknum pak ogah itu akan ditindaklanjuti dan ditertibkan. Mereka justru bisa digandeng untuk pembinaan oleh Satlantas.

“Sudah saya perintahkan Kasatlantas melakukan pembinaan yang nanti bisa dimanfaatkan nanti untuk suka relawan mengatur lalulintas (Supeltas),” ujarnya.

Sasaran lain oknum juru parkir atau juru retribusi di pasar-pasar atau tempat keramaian yang melakukan penarikan di atas ketentuan.

Menurutnya petugas parkir yang memungut tidak sesuai kebijakan retribusi pemerintah daerah adalah sasaran untuk ditertibkan.

Baca Juga :  Sapi Kurban di Kartasura Sukoharjo Ini Disembelih Setelah Dikeluarkan dari Septictank. Lho, Kok Bisa?

Selanjutnya juga di tempat-tempat peristirahatan sopir-sopir truk dan lokasi kawasan industri. Kapolres menyebut ada 6 lokasi industri dan peristirahatan sopir truk yang rawan dan akan dipelototi.

“Di seputar Pasar Nglangon, di area Pungkruk termasuk juga di kawasan industri di daerah Kalijambe, Gemolong, Masaran dan Sambungmacan. Apabila pelaku-pelaku usaha ada kelompok orang yang meresahkan akan kita lakukan tindakan,” tandasnya.

Kapolres menyampaikan apabila menemui atau mengalami pemalakan atau tindakan mengarah premanisme di sekitarnya, bisa melapor ke WA Center Polres yang khusus menangani aduan.

WA dengan nomor 08877-110-110 itu akan langsung direspon dan on 24 jam. Karena WA center itu merupakan sebuah sistem yang terkoneksi langsung ke semua pimpinan di Polres Sragen.

Baca Juga :  Remaja Tewas Seketika Saat Motornya Menggasak Becak Kayuh di Jalan Tanon-Sragen

“Jadi bukan masuk di Handphone saya atau Handphone siapa. Ini merupakan sebuah sistem yang mana ketika WA masuk di situ bisa diketahui oleh para pimpinan di Polres Sragen. Dan ada tindakan dari anggota kita juga monitor melalui GPS, jadi saya pastikan 99% ditindak lanjuti,” tandas Kapolres.

Ditambahkan operasi pemberantasan premanisme itu digelar sebagai tindaklanjut instruksi Kapolri dua hari lalu. Bahwa di situasi pandemi ini, pemerintah pusat ingin selain mencegah penyebaran covid- 19 juga harus bisa menjaga stabilitas ekonomi dan kondusivitas masyarakat.

“Jangan sampai kegiatan premanisme menganggu pertumbuhan perekonomian di masa pandemi ini. Makanya Polres Sragen berkomitmen penuh untuk memberantas segala bentuk premanisme,” tandasnya. Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di  https://joglosemarnews.com/2021/06/dapat-instruksi-kapolri-polres-sragen-kerahkan-tim-khusus-22-personel-sikat-semua-preman-ini-6-lokasi-yang-bakal-dipelototi-pak-ogah-sampai-jukir-nakal-siap-siap-saja-dikukut-polisi/