GROBOGAN.NEWS Solo

Meski Memunculkan Pro Kontra, Guru Besar Asal Sragen Ini Nilai Gelar Profesor untuk Megawati Sudah Pas

Megawati Soekarnoputri / tempo.co

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS Terlepas dari pro kontra yang muncul,  Guru Besar Yayasan Pelita Bangsa Sumberlawang Sragen, Andi Kusnanto menilai, penobatan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri sebagai guru besar kehormatan dari Universitas Pertahanan (Unhan) RI itu sudah pas.

Andi mengatakan, ditinjau dari kiprahnya sebagai pemimpin Parpol, Megawati dinilai ibarat king master dan bukan tokoh kaleng-kaleng.

“Fakta penobatan Prof. DR. (HC) HJ. Megawati Soekarno Putri, kalau menurut saya pantas-pantas dan sah-sah saja apabila ditinjau dari sisi perpolitikan nasional. Sebab suka tidak suka, mau tidak mau, diakui atau tidak diakui, Ibu Mega adalah King Master dengan kepiawaiannya dalam ilmu politik dan kepemimpinan nasional,” paparnya Minggu (13/6/2021).

Baca Juga :  Guru SMKN 1 Gondang, Sragen Meninggal Covid-19. Sekeluarga Juga Terpapar

Tokoh akademisi asal Sumberlawang itu menilai Megawati adalah pelaku yang berdarah-darah sekaligus King Maker sejak Jaman orde baru, orde reformasi hingga orde saat ini.

Perjalanan kiprahnya di dunia politik banyak mencatatkan sejarah. Mulai dari dari Wapres menjadi Presiden, lalu kalah dalam pemilu dengan SBY hingga kemudian sukses mendudukkan kadernya, Joko Widodo sebagai Presiden RI dua periode.

Baca Juga :  Pedagang di Pasar Sragen Tangisan. PPKM Darurat, Aktivits Ekonomi Terhenti, Rezeki Seret, Semua Harga Melonjak Tajam

Di saat bersamaan partainya sukses menjadi pemenang Pemilu. Menurutnya jika takaran itu yang dijadikan parameter, tidak terlalu berlebihan jika gelar profesor disematkan untuk Mega.

“Kalau itu yang digunakan sebagai takaran, maka Ibu Megawati lebih profesor dari seluruh profesor politik, dan profesor praktisi yang tangguh dan teruji,” kata dia.

Baca Juga :  Lawan Lewat Kasasi di MA, Terdakwa Kasus Korupsi Eks Dirut RSUD Sragen Dapat Pengurangan Hukuman 4,5 Tahun

Lebih lanjut, Andi menguraikan dengan kekuasaan dan tanpa kekuasaan pun, Megawati dipandang bisa memberikan warna tersendiri bagi dunia politik dan pemerintahan di negeri ini.

Bahkan, ia menilai gaya berkuasa dan kepemimpinannya di Indonesia layak menjadi sebuah kajian yang mendalam bagi seluruh kampus-kampus di negeri ini. Wardoyo

Berita ini sudah dimua di https://joglosemarnews.com/2021/06/polemik-gelar-profesor-kehormatan-untuk-megawati-guru-besar-yayasan-di-sragen-nilai-layak-dan-tidak-berlebihan-sebut-mega-adalah-king-master-bukan-kaleng-kaleng/